Muratara, Sumselupdate.com –Bupati dan Wakil Bupati Muratara, Drs HM Syarif Hidayat, MM dan Ir H Devi Suhartoni sejak dilantik tidak memakai pengawalan dari aparat Kepolisian maupun Sat Pol PP.
Padahal dua petinggi di Muratara ini dikategorikan bertugas di wilayah tergolong rawan tindak kriminalitas.
Usut punya usut tidak maunya mereka dikawal lantaran mereka merasa seluruh masyarakat di tujuh kecamatan saudara dan juga tidak mau dikatakan sombong.
Wakil Bupati Muratara H.Devi Suhartoni, mengakui, memang tidak mau memakai pengawalan dari pihak kepolisian dan Sat Pol PP karena sangat ribet.
Apabila memakai mereka yang kami urus ini mulai dari Kecamatan Karang Jaya sampai ke Kecamatan Ulu Rawas.
“Semua masyarakat yang ada di 7 kecamatan saudara semua. Tak perlu ada pengawasan khusus,” paparnya.
Menurut dia, jika mereka memakai pengawalan bagaimana penilaian masyarakat terkhusus kaum tua. Mereka bisa mengatakan Wakil Bupati sudah sombong sudah lupo bagaimana dulu sebelum jadi pejabat.
”Yang membedakan saya dengan masyarakat cuma jabatan apalagi yang diurus dulur-dulur semua,” paparnya.
Dia meneruskan menjadi seorang pemimpin di suatu daerah bisa dikatakan beban tersendiri. Kenapa demikian, ia pernah menghadiri acara di Sekayu, di sana masyarakat belum banyak yang kenal dan jika sudah tahu, warga banyak menyatakan sudah aman belum Muratara.
“Inilah yang menjadi suatu beban yang harus Bupati dan Wakil Bupati selesaikan untuk ke depan nantinya bagaimana cara membuat Muratara ini aman. Padahal orang muratara ini banyak yang lagi Eksis atau ngetop-ngetop di mana-mana maka dari itu mari kita sama-sama membangun Muratara dengan baik ke depannya nanti,” jelasnya.
Sementara itu Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi, mengatakan, bahwa dia yang mengusulkan supaya TNI 0406 melakukan pengawalan kepala daerah. (ain)











