Sekayu, Sumselupdate.com -Sejumlah 18 desa dari 22 desa di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terisolir.
Pasalnya, jalan di kecamatan tersebut rusak parah. Bahkan, tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Terisolirnya warga Kecamatan Sungai Keruh ini terungkap saat warga menggelar aksi damai di depan Kantor PU Bina Marga Kabupaten Muba, Selasa (24/5).
Sebelumnya, ratusan warga yang berasal dari Kecamatan Sungai Keruh melakukan long march dari Stadion Serasan Sekate langsung menuju Kantor Dinas PU Bina Marga, selang beberapa menit menuju Kantor Bupati.
Aksi damai warga Kecamatan Sungai Keruh tersebut di kawal keta oleh aparat kesatuan Polres Muba. Massa diterima ungkap Assiten I Setda Muba, Rusli, SP, MM.
“Kami mohon agar Dinas PU Bina Marga agar segera membenahi jalan rusak di desa kami. Masyarakat Sungai Keruh minta diperhatikan, hanya empat desa yang tidak terisolir, selebihnya (jalan) hancur,” ujar Sujarnik, dalam orasinya.
Lebih lanjut, Sujarnik menjelaskan masyarakat Kecamatan Sungai Keruh meminta pertanggungjawaban program anggaran penanggulangan jalan tahun anggaran 2015 oleh Dinas PU Bina Marga.
Sementara itu, Assiten I Setda Muba, Rusli, SP, MM mengatakan, akan menampung aspirasi masyarakat dan akan disampaikan ke Bupati Muba, Beni Hernedi.
‘’Aspirasi saudara-saudara nanti kita sampaikan kepada Bapak Bupati, kebetulan Bapak Bupati sedang berada di Jakarta,’’ ungkap Rusli.
Setelah berdialog, akhirnya massa menuju kantor Kejaksaan Negeri Sekayu. Di kantor ini massa menuntut kepada Kejaksaan Negeri Sekayu agar segera memeriksa pengerjaan proyek yang diambil dari dana penanggulangan jalan dan jembatan yang terkesan asal-asalan.
Data yang dihimpun pembangunan jalan di Kecamatan Sungai Keruh tahun 2015 ini hanya dianggarkan sebesar Rp42 miliar.
Seperti untuk pembangunan jalan yang hendak diperbaiki, yakni Tebing Bulang–Kertajaya, Tebing Bulang–KM 11, Tebing Bulang–Sungai Dua, KM 11–Jirak, Kertajaya–C5, dan Mekar Jaya–Rukun Rahayu. (est)











