Penangkapan Ican Hapus Kecemasan Warga Terhadap Tumbal Ilmu Hitam Pelaku

Selasa, 23 Mei 2017
Tersangka Ican terkulai lemas dengan beberapa luka bekas tembakan.

Palembang, Sumselupdate.com – Penangkapan Irsan alias Ican (33) pelaku pembunuhan sadis dan kejam bocah Sekolah Dasar (SD) bernama Nur Fadhila Putri (8), membuat sejumlah pengguna dunia maya yang tinggal di kawasan Kertapati bisa bernafas lega.

Mereka kini sudah tidak cemas lagi dengan ancaman Ican yang kabarnya mencari dua perawan lagi untuk menyempurnakan ilmu hitamnya yang diyakini tengah ditekuni tersangka.

Read More

“Alhamdulillah la tetangkep, jadi warga Kertapati idak khawatir lagi,” ujar akun @nurhalimah.

Senada akun @ihsan_zls memberikan apresiasi terhadap pihak kepolisian yang berhasil meringkus pelaku.

“Selamat jajaran Unit Pidum Polresta Palembang atas ungkap kasusnya,”

Sebagaimana diketahui, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka Ican dengan enam peluru di sejumlah kaki kanan dan kiri tersangka.

Pelaku dilumpuhkan dengan pelor yang bersarang di paha,  betis, dan mata kaki kiri dan kanan pria yang baru seminggu keluar dari penjara tersebut.

Ican diringkus oleh petugas berada di seputaran pasar Induk Jakabaring Seberang Ulu  I Palembang, Selasa (23/5/2017) dinihari sekitar pukul 00.10.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Buwono mengungkapkan, aparat yang mendapatkan informasi keberadaan pelaku berada di seputaran pasar Induk Jakabaring, membuat jajaran Polsek Kertapati langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

“Tersangka Ican ditangkap di Seputaran Pasar Induk Jakabaring Palembang dekat musholah,” ungkap Kapolresta.

Dikarenakan pada saat penangkapan tersangka akan melarikan diri, aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan mneghadiahi enam butir peluru di kakinya.

“Setelah diinterogasi tersangka mengakui melakukan perkosaan dan pembunuhan terhadap korban bocah SD beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Nur Fadhila Putri ditemukan tewas di dalam karung di kamar rumah milik Jamilah (50), warga Jalan KI Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Sabtu (20/5/2017) siang.

Bocah perempuan malang ini meninggal dunia dikarenakan kekerasan asusila. Sebab, ditemukan luka robek di bagian alat kelamin dan anus korban.

Penemuan jasad korban berawal saat kakek korban membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, terkait kehilangan korban.

“Korban sudah hilang sejak satu malam yang lalu. Pas dicari ada di rumah sana, tetapi sudah meninggal dunia,” ungkap warga sekitar Sumiati (50) ketika ditemui di lokasi kejadian.

Ketua RT 23, Yose (62) mengatakan, yang pertama kali menemukan jenazah korban yakni Andre (20).

Di mana ketika itu, Andre menarik mayat korban keluar dari bawah ranjang yang berada di rumahnya.

“Dia bilang itu perbuatan Ican, lantas dia langsung pergi mencari Ican yang sudah menghilang,” tambah Yose saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, setelah menemukan mayat korban dirinya langsung menelpon pihak kepolisian. Tak lama anggota kepolisian dari Polsek Kertapati dan Polresta Palembang tiba di lokasi.

“Dia (korban –red) ini tinggal bersama kakeknya di sini, sedangkan orangtuanya sudah lama tinggal di Batam. Setelah menemukan itu, saya menelpon polisi dan polisi datang,” jelas Yose. (tra)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts