Muratara, Sumselupdate.com -Penjaringan sensus ekonomi di tengah masyarakat saat ini tidak hanya dilakukan pada pelaku usaha biasa saja.
Sebab, hal yang sama juga dilakukan terhadap kalangan elit birokrasi salah satunya rumah Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) yang ada di Kota Lubuklinggau.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Aidil Adha mengatakan, kedatangan dia dan petugas sensus lainnya ke rumah Bupati Muratara H Syarif Hidayat untuk melakukan pendataan melihat apakah ada usaha lain yang dilakukan didalam rumah tersebut terutama sektor ekonomi.
Dijelaskannya dari hasil pendataan tersebut didapatkan usaha ekonomi sektor penyewaan bedeng sebanyak satu pintu. Sehingga, dengan kondisi tersebut petugas melakukan sensus mengenai omset dari hasil penyewaan tersebut untuk kepentingan tertentu sesuai apa yang menjadi tujuan.
“Ini menunjukkan bahwa untuk sensus ekonomi tidak hanya di kalangan masyarakat biasa saja. Akan tetapi di kalangan pejabat diberlakukan hal yang sama,” terangnya.
Disinggung mengenai tanggapan Bupati Muratara sendiri terkait adanya sensus di kediaman pribadinya tersebut, menurut dia, Bupati menyambut baik dan meminta pelaku usaha dapat menerima kehadiran petugas sensus dengan memberikan data yang seobjektif mungkin.
“Kabupaten Muratara merupakan daerah otonomi baru (DOB). Sehingga dari data sensus ini nantinya bisa dijadikan tolak ukur untuk pembangunan perekonomian pada selanjutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, sepanjang 13 hari pelaksanaan sensus yang dilakukan saat ini sudah mencapai 31 persen dari target yang dibebankan. Dimana, dari pencapaian tersebut setidaknya ada 800 blok sensus yang telah didata dan mayoritas merupakan pedagang warung manisan. Karena untuk kehadiran waralaba di Mura masih sangat minim.
“Untuk saat ini baik Muratara dan Mura belum bisa kita lakukan pemetaannya. Karena untuk mengetahui itu bilamana sudah sensus sudah mencapai seratus persen,” pungkasnya. (ain)











