Penemuan 4 Mayat Tanpa Identitas, Antara ‘Tantangan’ dan PR Polri

Minggu, 15 Mei 2016
Foto Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com –Dalam satu bulan terakhir, masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) mendadak gempar dengan penemuan empat jasad tanpa identitas. Kasus pertama ditemukannya jasad pria tanpa identitas yang tubuhnya terpotong-potong di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) pada April 2016 lalu.

Potongan kaki kanan dan kiri serta kepala Mr X tersebut ditemukan ditemukan tersangkut di ranting maupun sampah di aliran anak sungai Komering tepatnya di bawah jembatan dua desa Tanjung Kemala, OKUT.

Read More

Meski dalam sebulan terakhir kasus pembunuhan dengan cara mutilasi ini sudah diselidiki aparat Polres OKUT dan Polda Sumsel, namun kasus ini tak kunjung terungkap.

Belum terbongkar kasus pembunuhan dengan cara mutilasi, pada Jumat (13/5), warga Sumsel dibuat terkaget-kaget dengan ditemukannya lagi dua mayat sekaligus berjenis kelamin pria dan perempuan tanpa identitas.

Mirisnya, jasad keduanya terbungkus di dalam karung di sungai perbatasan Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Olir (OKI).

Kedua mayat malang itu ditemukan oleh warga yang tinggal di kawasan Jalur 14, Desa Muarakuang, Kabupaten Banyuasin.

Hanya selang sehari tepatnya pada Sabtu (14/5), aparat kepolisian kembali dikejutkan dengan penemukan mayat remaja perempuan.

Mayat remaja perempuan yang identitasnya belum juga diketahui itu, ditemukan oleh petugas Polair hanya berjarak sekitar dua kilometer dari posisi dua jasad yang terbungkus dalam karung.

Penemuan empat mayat Mr X dan Mrs X tersebut, membuat kita miris, karena begitu murahnya harga sebuah nyawa manusia.

Tentunya, kasus dugaan empat pembunuhan ini membuat pekerjaan rumah (PR) aparat penegak hukum semakin menumpuk.

Polri yang notabenenya pelindung masyarakat seolah ‘tertantang’ bisa mengungkap secara cepat empat kasus dugaan pembunuhan sadis tersebut.

Jika empat kasus ini dibiarkan berlarut-larut tanpa diketahui siapa pelaku dan motif dugaan pembunuhan ini, rasa nyaman hidup di negeri ini semakin terusik. Terlebih lagi, kasus kejahatan seksual terhadap anak di berbagai daerah di Indonesia ini semakin meningkat dan memprihatinkan. (salam redaksi)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts