Banyak Proyek di PALI yang Terkesan Asal Jadi

Kamis, 27 April 2017
ANggota DPRD PALI meninjau pembangunan fisik dari proyek 2016.

PALI, Sumselupdate.com – Tim Panitia Khusus I (Pansus) DPRD Kabupaten PALI meninjau pembangunan fisik anggaran 2016 sebagai bahan untuk disampaikan pada rapat paripurna, menanggapi jawaban Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM.

Sebelumnya bupati menyampaikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi dewan dalam rapat paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2016.

Read More

Dalam pantauannya, tim Pansus I yang diketuai H Amran dan diikuti beberapa anggota, yakni Irwan ST, Iip Fitriansyah, Sudarmi Yusup dan kooordinator pansus yang juga Wakil Ketua II DPRD PALI Darmadi Suhaimi menemukan beberapa pekerjaan yang terkesan asal jadi.

Seperti dalam pembangunan turap kiri kanan di Sungai Beracung, Kecamatan Talang Ubi yang mengalami retak dan ada yang ambruk di beberapa titik. Serta menemukan bangunan pasar yang baru saja selesai dan belum digunakan, tapi telah mengalami kerusakan.

“Kami melakukan ini untuk mengumpulkan bahan yang akan disampaikan pada rapat paripurna pada Selasa (2/5) mendatang, membahas LKPJ Bupati. Tetapi ada beberapa proyek, baik itu berasal dari APBD maupun dari pusat ditemukan kejanggalan,” ujar H Amran, Kamis (27/4/2017).

Temuan ini, dikatakan Amran, akan disampaikan pada rapat paripurna agar Pemerintah Kabupaten PALI bisa lebih meningkatkan pengawasan. “Kita akan sampaikan dalam rapat paripurna, sebab ini menyangkut uang negara yang harus diawasi agar pelaksanannya sesuai dengan yang diharapkan,” tandasnya.

Dalam perjalanan berkeliling melakukan pemantauan, Tim Pansus juga menemukan banyaknya sambungan cor beton jalan baru yang terlalu tinggi, sehingga hal tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Menyikapi hal itu, Tim Pansus meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten PALI melalui perwakilannya yang ikut serta dalam rombongan untuk memperbaikinya.

Menanggapi permintaan tim pansus, Hengki, Kepala Bidang Bintek PUBM berjanji akan menegur pihak pemborong.

“Pertemuan jalan cor itu namanya layer dan jalan ini masih dalam pemeliharaan. Tentu kami akan menegur pihak pemborong, sebab harusnya secara teknis pertemuan cor baru dengan cor lama di gali untuk mengimbangi cor lama yang hanya 20 centimeter, sementara coran baru tebalnya 25 centimeter,” jawabnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts