Seberapa Sering Kita Boleh Makan Mie Instan? Ini Kata Pakar Kesehatan

Sabtu, 15 April 2017
Ilustrasi Mie Instans

Jakarta, Sumselupdate.com – Meski sudah berkali-kali disebut sebagai makanan yang tidak sehat, dalam realitanya cukup banyak orang yang masih suka mengonsumsi mie instan.

Mie instan memang bisa menawarkan rasa yang cukup nikmat. Selain itu, saat terburu-buru atau tidak memiliki bahan makanan lainnya, mie instan memang bisa menjadi solusi yang mudah untuk mengatasi rasa lapar.

Read More

Sebenarnya, seberapa seringkah kita boleh makan mie instan agar tubuh kita tetap sehat?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa mie terbuat dari bahan dasar tepung terigu yang memiliki kandungan karbohidrat.

Hal ini berarti, andai kita mengonsumsi mie instan, kita sudah mendapatkan sumber energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktifitas.

Sayangnya, mie instan hanya memiliki kandungan serat yang sangat rendah.

Alhasil, mengonsumsi mie instan secara berlebihan atau terlalu sering bisa membuat kita beresiko tinggi terkena obesitas, penyakit jantung, atau bahkan diabetes mellitus.

Tak hanya nutrisi di dalam mie instan yang miskin akan serat, kandungan MSG pada bumbu mie instan juga patut kita waspadai.

Beberapa penelitian kesehatan menyebutkan bahwa MSG ini bisa memicu alergi atau bahkan kanker jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Melihat adanya fakta-fakta ini, ada baiknya memang kita mengonsumsi mie instan bersama dengan bahan makanan lainnya layaknya sayuran wortel, kol, atau sawi.

Selain itu, beberapa sumber protein layaknya daging ayam, telur, atau udang juga bisa kita tambahkan dalam mie instan.

Namun, kita juga harus berhati-hati dalam memilih sumber protein karena andai kita mengonsumsinya berlebihan atau terlalu sering, bisa jadi kita akan terkena masalah berupa naiknya kadar kolesterol dalam tubuh.

Lantas, seberapa sering kita diperbolehkan untuk makan mie instan? Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan mie instan setidaknya satu atau dua bungkus saja setiap minggunya.

Meskipun memang terasa enak, ada baiknya memang kita tidak terlalu sering mengonsumsinya, demikian dilansir dari laman doktersehat.com. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts