Palembang, Sumselupdate.com – Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (6/4/2017) pagi, kedatangan massa. Tidak seperti biasa, demonstrasi biasanya yang datang kebanyakan dari kalangan laki-laki.
Namun kali ini yang berdemo adalah ibu-ibu rumah tangga dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Korupsi dan KKN Sumsel.
Aspirasi yang disampaikan ibu-ibu rumah tangga ini mengenai indikasi dugaan adanya tindak pidana korupsi tetkait pengerukan alur pelayaran pelabuhan Palembang.
Di mana dalam pengerukan tersebut yang dilakukan dari tahun ke tahun menggunakan dana yang cukup besar hingga miliaran rupiah.
“Diduga pengerukan tersebut tidak maksimal dan menghambur-hamburkanuang saja. Lebih baik pengerukan pasir untuk bahan bangunan itu jelas,” kata koordinator aksi, Arifin Kalender.
Dia mendesak Polda Sumsel mengusut oknum yang terlibat dalam kasus tersebut dan meminta Polda Sumsel mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kita minta polisi menyita dokumen kasus tersebut agar tidak dihilangkan,” katanya.
Perwakilan massa lainnya, Sanusi menambahkan agar kasus ini segera dituntaskan karena ada dugaan indikasi korupsi.
“Malahan pendangkalan di Sumsel, bukannya berkurang, malah makin bertambah. Apa guna pengerukan tersebut,” katanya.
Massa akhirnya diterima Kompol Abudani perwakilan Polda Sumsel yang berjanji akan meneruskan pengaduan massa ke pimpinan Polda Sumsel untuk ditindaklanjuti.
“Kita akan beritahukan perkembangan kasus ini dan terima kasih atas pelaksanaan demo yang aman dan tertib,” katanya.
Atas penjelasan tersebut para ibu-ibu rumah tangga tersebut akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (ery)











