Baturaja, Sumselupdate.com –Meski telah dilarang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) OKU serta pihak kepolisian, aksi konvoi dan coret-coret oleh pelajar SMA di Kabupaten OKU tetap dilakukan sesaat setelah pengumuman kelulusan, Sabtu (7/5) sore.
Pantauan di lapangan, ratusan pelajar dari berbagai sekolah mulai melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor, bahkan sempat mengganggu para pengendara lain.
Kawasan Jalan Ahmad Yani serta menuju Jembatan Ogan IV menjadi rute yang dilewati para pelajar. Tak hanya itu sasaran mereka bukan hanya seragam sekolah yang dicoret namun berbagai fasilitas umum tak luput untuk dicoret.
Para pelajar ini punya tempat tersendiri untuk melakukan selebrasi perayaan kelulusan tersebut, yakni di Lapangan Upacara Korpri, Jembatan Ogan IV, dan Terminal tipe A Batu Kuning.
Tampak para pelajar ini baik laki-laki maupun perempuan tanpa rasa malu saling coret-coret baju dengan cat pylox, bahkan mirisnya lagi sejumlah fasilitas umum ikut menjadi sasaran empuk dicoreti oleh para pelajar.
“Rasonyo kurang afdol kak, kalau kelulusan dak coret-coretan, ibarat pepatah tu pecak sayur tanpa garam,” ujar salah seorang pelajar SMA di OKU.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKU Drs Mahyudin Helmi melalui Kabid Dikjar Hj Erwani Santi, SPd, MM yang dihubungi via telephone mengatakan, pihak Diknas OKU melalui sekolah sudah memberikan imbauan dan larangan kepada siswa.
“Kami tidak mungkin bisa mengawasi satu-persatu siswa kelas XII, mungkin jika masih di wilayah sekolah pihak sekolah bisa bisa memberikan sanksi atau teguran kepada siswa yang melakukan aksi coret-coretan dan konvoi, tapi jika sudah di luar sekolah atau di jalan kembali kepada kesadaran siswa masing-masing,” ujarnya.
Dikatakannya, pihaknya sudah meminta kepada siswa untuk menyumbangkan pakaian seragam sekolah mereka yang masih layak pakai ke pihak sekolah atau ke Dinas Pendidikan.
“Kalau disumbangkan bisa kita salurkan ke siswa lain yang membutuhkan, tapi hal ini sangat sedikit siswa yang mau, padahal kalau dicoret-coret tidak ada manfaatnya,” tukasnya. (yan)











