Kurang Perhatian, Warga Secara Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

Selasa, 14 Maret 2017
Masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan.

Baturaja, Sumselupdate.com – Kerusakan parah di jalan yang menjadi penghubung lima dusun, di Jalan HM Muslimin, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU membuat masyarakat secara swadaya melakukan perbaikan.

Kendati demikian, demi kenyamanan dan keamanan dalam beraktifitas, masyarakat tetap mengharapkan perhatian pemerintah terhadap akses vital yang saat ini kondisinya sudah dipenuhi lubang dan kubangan lumpur yang membahayakan.

Read More

Aksi swadaya yang dilakukan masyarakat tersebut dipimpin Darsono alias Afuk, selaku perwakilan masyarakat bersama beberapa ketua RT setempat, serta Ketua BPD Tanjung Baru, Johan Eka Wijaya.

Perbaikan jalan tersebut dimulai dengan melakukan pengerukan jalan yang berlubang dan berlumpur sepanjang 3 KM. Usai diratakan, 10 unit dump truk berisi tanah dan material batu disebar di jalanan.

”Sementara baru 10 unit dump truk kita kerahkan, lubang yang besar kita usahakan ditambal dengan tanah yang ada dan kemudian akan kita timbun dengan material koral atau batu agar tidak becek,”  terang Darsono, Selasa (14/3/2017).

Sementara itu, Ketua BPD Tanjung Baru, Johan Eka Wijaya yang juga turun ke lapangan dan tak sungkan memegang cangkul bersama masyarakat mengatakan jalan sepanjang 3 km ini fungsinya sangat vital, karena sebagai akses utama yang menghubungkan lima dusun di Desa Tanjung Baru.

”Ini bentuk kepedulian sesama masyarakat, kami unsur perangkat desa harus mendukung kegiatan ini, karena menyangkut kepentingan orang banyak, bukan hanya warga Tanjung Baru, tapi lebih ke pengguna jalan ini,” papar dosen di Universitas Baturaja ini.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tanjung Baru, Amin Rahman, yang mengaku sangat mengapresiasi kegiatan swadaya tersebut. Namun ia menegaskan, hal ini bukan pemerintah desa tak memperhatikan kondisi jalan, melainkan sedang diupayakan.

“Pengajuan perbaikan sudah kita layangkan ke dinas dan mungkin sedang diproses yang memakan waktu. Dengan adanya swadaya seperti ini, kami sangat bangga, karena masyarakat Tanjung Baru mempunyai rasa tanggungjawab tinggi terhadap sesama masyarakat,” jelasnya.

Amin juga mengatakan, di wilayah yang pimpinnya itu dihuni 500 lebih Kepala Keluarga dan jalan yang rusak parah itu merupakan akses jalan utama yang dilalui warga. Sementara jalan alternatif penghubung Baturaja ke arah trans unit 1 Lubuk Raja dan desa lainya jaraknya lebih jauh sekitar 15 kilometer.

”Jalan ini memang jadi akses utama masyarakat Baturaja ke wilayah trans Lubuk Raja. Jadi fungsinya memang sangat vital, kalau jalan ini dibiarkan rusak maka segala aktifitas masyarakat yang ada di wilayah sepanjang jalan ini akan terganggu,” jelasnya.

Sedangkan Najamudin, salah satu Ketua RT yang ikut berpartisipasi, mengaku 70% warganya ikut turun ke jalan untuk bahu-membahu memperbaiki jalan tersebut.

”Kami sama sekali tak keberatan, karena ini kepentingan orang banyak apa salahnya bekerjasama membangun tempat tinggal kita sendiri. Semoga ada perhatian lebih dari pemerintah terkait akses jalan ini ke depannya,” pungkasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts