Jakarta, Sumselupdate.com – KPU DKI Jakarta menetapkan pasangan cagub-cawagub yang bersaing di kontestasi Pilkada DKI putaran kedua. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dan pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno dinyatakan menjadi calon pada putaran kedua.
Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan KPU DKI Jakarta nomor 48/KPTS/KPU Prov 010/2017 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017.
“KPU DKI Jakarta memutuskan putaran kedua, pertama menetapkan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang memperoleh suara terbanyak pertama pada putaran pertama untuk mengikuti pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta,” ujar Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos dalam rapat pleno KPU di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat seperti dilansir detikcom, Sabtu (4/3/2017).
“Kedua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI untuk mengikuti putaran kedua sebagai diktum kesatu Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM dan Drs H Djarot Saiful Hidayat, MS. kedua Anies Rasyid Baswedan, Phd dan Sandiaga Salahudin Uno BA, MBA,” sambung Betty.
Dalam rapat pleno KPU juga memaparkan hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi.
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvina Murni memperoleh 937.955 suara atau 17.07 persen.
Pasangan Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.
“Kalau kita simak ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tidak ada yang meraih suara lebih dari 50 persen, yang menjadi persyaratan bagi pasangan cagub-wagub untuk ditetapkan menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih sebagaimana diatur UU 29/2007 tentang Pemprov DKI sebagai ibu kota negara,” tutur Ketua KPU DKI Sumarno.
KPU DKI menetapkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno maju di putaran kedua Pilkada DKI.
Pada kesempatan itu, Ketua KPU DKI Sumarno juga memberikan apresiasi kepada Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang menyatakan menerima kekalahan di putaran pertama.
Agus-Sylvi memang langsung legawa menerima kekalahannya begitu hasil quick count keluar. Keduanya juga memberi selamat kepada Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga pada malam hari setelah pencoblosan.
“Saya atas nama KPU DKI Jakarta juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada pasangan Bapak Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibu Sylviana Murni yang telah secara legowo menyampaikan penerimaan hasil peungutan suaranya dan kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan nomor urut 2 dan 3,” sebut Sumarno.
“Ini tradisi yang baik, sportivitas di dalam demokrasi menjadi sebuah keniscayaan jika kita ingin membangun peradaban demokrasi yang lebih baik. Kesiapan untuk menerima kekalahan itu bukan perkara mudah tapi kemudian kematangan dalam berdemokrasi kemudian mengantarkan siapapun yang menghasilkan suara lebih banyak kemudian diberikan apresiasi dan ucapan selamat,” imbuhnya.
Sikap legawa yang ditunjukkan Agus-Sylvi menurut Sumarno mengingatkan banyak orang mengenai sportivitas yang dijunjung tinggi pada pilkada DKI sebelumnya.
Saat Pilgub DKI 2007, pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar kalah dari pasangan Fauzi Bowo-Prijanto. Adang-Dani langsung legowo mengaku kalah dan memberikan selamat kepada pasangan yang menang meski baru dalam versi quick count.
“Hal yang sama juga terjadi pada Pilkada 2012, ketika Bapak Jokowi dan Bapak Basuki Tjahaja Purnama memperoleh suara lebih banyak maka pasangan Pak Fauzi Bowo dan Bapak Nachrowi Ramli kemudian juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pasangan dan juga yang sangat penting kedua pasangan juga menyampaikan ke para pendukungnya untuk menyampaikan kemenangan itu secara sederhana,” tutur Sumarno.
“Sehingga tensi politik yang tadinya tinggi kemudian berubah menjadi sangat adem dan kembali warga Jakarta menjadi sebuah keluarga. Semoga Pilgub DKI 2017 mengulang kesuksesan Pilkada 2007 dan 2012,” sambungnya.
Setelah memberikan selamat kepada pasangan yang maju di putaran kedua Pilgub DKI dan memberi apresiasi kepada Agus-Sylvi, ia lalu menutup rapat pleno. Acara ini hanya dihadiri oleh Anies-Sandi. Ahok-Djarot yang sebelumnya sudah tiba kemudian pergi karena rapat pleno telat dimulai.
“Dengan demikian rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon peserta Pilgub DKI putaran kedua dinyatakan selesai,” tutup Sumarno. (hyd)











