Sekayu, Sumselupdate.com – Keberadaan dua kolam retensi yang dibangun Pemkab Musi Banyuasin (Muba) pada tahun anggaran 2013 dan 2014 lalu, terkesan mubazir. Pasalnya, keberadaan dua kolam retensi tersebut tak bisa menampung debit air.
Seperti halnya kolam retensi di seputaran Komplek GMP, Kelurahan Balai Agung, Sekayu, Muba, bukannya untuk menampung debit air, namun justru sebaliknya kolam retensi tersebut tenggelam oleh air.
“Saya menilai pembangunan kolam retensi Tusan ini terkesan mubazir, karena usai dibangun dua tahun yang lalu kolam ini tak berfungsi sama sekali,” ujar Mulyanto, warga Komplek GMP Sekayu kepada Sumselupdate.com, Selasa (26/4).
Mulyanto berharap agar Pemkab Muba lebih mementingkan membangun kolam retensi Tusan sampai ke ujung sungai, ketimbang membangun kolam retensi seperti sekarang ini. Dengan demikian saat sungai meluap, air tidak terlalu merendam permukiman warga di Komplek BAS dan GMP.
“Kalau Tusan dibangun sampai ke ujung, debit air ada pelarian, kalau begini perumahan GMP dan BAS terus-terusan terendam,” jelasnya.
Pantauan Sumselupdate.com, kolam retensi Tusan tidak bisa menampung debit air ketika hujan turun.
Hal sama dengan keberadaan kolam retensi Randik yang terletak di samping komplek Perumahan Griya Randik, Kelurahan Kayuara, kolam ini dibangun pada 2013 dan 2014 lalu, tak berfungsi sebagaimana mestinya. (est)











