Laporan Endang Saputra
Muaraenim, Sumselupdate.com — Pemprov Sumsel mengangkat 1000 Petugas Pendamping Peningkatan Ekonomi Pertanian (P2EP) guna memacu peningkatkan produktifitas pangan di Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk mensinergikan program Pemerintah Provinsi tersebut, Pemkab Muaraenim melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Muaraenim melakukan berbagai terobosan sebagai upaya mensukseskan program tersebut guna mensingkronkan hingga tercapainya Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.
“Kita menerima penyuluh Pertanian melalui program P2EP Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 72 orang penyuluh dengan rincian PPEP sebanyak 59 orang, POPT sebanyak 3 orang dan PBT 10 orang. Semua penyuluh ini merupakan kebutuhan bagi daerah kita mengingat cukup luas nya lahan pertanian yang ada di Bumi Serasan sekundang dan Sumatera Selatan sebagai provinsi penghasil pangan harus tetap terjaga,” ungkap Kadin TPHP Muaraenim Ulil Amri SP MM melalui Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan Yadi Setiadi SP, Jum’at (12/3/2021) saat disambangi media ini.
Lanjut Yadi, 72 tenaga pendamping penyuluh pertanian ini disebar di beberapa desa yang ada di kabupaten Muaraenim, guna memberikan bimbingan kepada petani.
Hal ini, kata Yadi, mengingat kehadiran pendamping penyuluhan pertanian dibutuhkan guna memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumsel dan Muaraenim khususnya sebagai daerah penyokong Sumsel sebagai lumbung pangan nasional dari sektor pertanian tanaman pangan.
“Apalagi kita ketahui Sumsel masuk dalam lima besar, sebagai daerah penghasil pangan yang membutuhkan keseriusan pemerintah dalam menjaga predikat sebagai lumbung pangan. Maka itu, Pemkab Muaraenim juga melakukan berbagai terobosan didalam memberikan pendampingan kepada masyarakat dengan cara menjalin kerjasama dengan Bank SumselBabel,” beber Yadi.
Ditambahkan Yadi, sebagaimana dikatui gubernur Sumsel telah mencatat sejarah, karena sebelumnya tidak pernah ada satu provinsi pun di Indonesia yang berani mengangkat tenaga pedamping penyuluh pertanian dalam jumlah yang banyak mencapai 1000 orang dan kabupaten Muaraenim dapat menerima 72 orang penyuluh P2EP ini. Hal ini menjadi bukti sebagai wujud komitmen dalam menggali potensi sumber daya alam (SDA), salah satunya sektor pertanian.
“Keberadaan alam yang subur, tenaga yang kuat, tidaklah cukup sebagai syarat dalam meningkatkan produksi pangan tanpa disertai ilmu dan teknologi pertanian mumpuni, Maka itu kita merasa kita perlu melakukan pendampingan secara berkala ke petani didalam meningkatkan kualitas Pertanian dari hulu hingga ke hilirnya. Sehingga nantinya para petani di kabupaten Muaraenim dapat meningkatkan derajat perekonomiannya dengan adanya pendampingan serta kerjasama kredit KUR dari Bank Sumsel Babel,”bebernya.
Ditambahkan juga oleh Kasi penyuluhan Anggi Mahesa Umar bahwa Penyuluh P2EP ini juga perannya sangat penting sama halnya dengan PPL.
“Penyuluh P2EP ini sama dengan PPL kalau PPL itu ASN sedangkan P2EP ini tenaga Penyuluh yang dimiliki dan di biaya oleh Pemerintah Provinsi. Intinya peran PPL maupun P2EP ini sangatlah penting dan akan mengawal program atau kegiatan secara maksimal dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Muaraenim,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala cabang Bank SumselBabel Benny Maryanto melalui Wakilnya Tri Novianty dalam paparnya kepada Dinas TPHP Muaraenim terkait KUR Bank Sumsel Babel ke petani merupakan salah satu wujud dan komitmen Bank Sumsel Babel sebagai perbankan milik Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan didalam meningkatkan perekonomian masyarakat khusus nya Muaraenim dan Sumsel umumnya.
“KUR merupakan produk Kredit usaha rakyat baik micro maupun Super mikro yang dimiliki Bank SumselBabel. Dimana pada produk ini kita akan memberikan fasilitas kredit modal kerja yang diberikan kepada pelaku usaha kecil yang memiliki usaha produktif seperti halnya petani,” jelasnya.
Dilanjutkannya, KUR yang dimiliki oleh Bank SumselBabel ini relatif rendah dan dapat dijangkau oleh petani yang memiliki usaha produktif.
“Suku bunga pada produk KUR kita ini hanya 0,5 persen perbulannya dengan platfornd pinjaman usaha super micro kurang dari Rp 10 juta, Micro lebih dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta, dan terakhir usaha kecil dengan Platfond lebih dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta,”urainya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa produk KUR ini bebas biaya provisi, biaya administrasi, dan biaya asuransi.
“Namun calon penerima KUR ini harus memenuhi syarat berupa usaha telah berjalan secara produktif minimal selama 6 bulan, memiliki track record baik dan tidak pernah menunggak di lembaga keuangan lainnya, tidak memiliki pinjaman produktif di Bank lainnya, dan lolos Sistem Informasi kredit Program dimiliki kementerian Keuangan RI,”pungkasnya.(**)











