Menurut informasi yang berhasil diterima, Kamis (6/7/2017), malam itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Angin berhembus kencang. Masyarakat pun berkumpul beristirahat di dalam rumah malam itu.
Namun, tiba-tiba gemuruh angin kencang terdengar. Angin puting beliung menghantam pemukiman warga. Warga keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Genting-genting bangunan rumah beterbangan terbawa angin. Warga pun mencari tempat aman untuk berlindung dari puing-puing bangunan yang terangkat angin.
“Kejadianya begitu cepat. Awalnya ada suara gemuruh. Tiba-tiba angin puting beliung rusak bangunan rumah,” cerita warga setempat.
Kepala Desa Ujan Mas, Kecamatan Pengandonan, OKU H Fatman Marsai membenarkan periatiwa itu. Akibat dari angin puting beliuang di desa yang ia pimpin, Rabu malam itu, mengakibatkan 60 bangunan rumah rusak. Empat bangunan rumah rusak berat dan satu jembatan gantung rusak berat.
“Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu. Kerugian diperkirakan lebih kurang Rp 150 juta. Kami sekarang sedang gotong royong,” ceritanya. (Wid)











