Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com — Program Inkubator Peneliti Muda gambut Chapter-1 Sumatera Selatan, yang dimulai sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021 telah selesai dilaksanakan.
Dalam kegiatan Peat-IMPACTS Indonesia, penyelenggaraan kegiatan #PahlawanGambut berjalan cukup lancar dan menghasilkan kader-kader muda Sumatera Selatan yang mencintai lahan gambut dan siap ikut serta dalam pengelolaan lahan gambut berkelanjutan.
Program ini telah mengajak 25 wanita dan 25 pria lulusan muda dari perguruan tinggi di Sumatera Selatan untuk bekerja selama 3-4 bulan bersama peneliti-peneliti ICRAF, petani gambut dan para penggiat gambut di Sumatera Selatan untuk mengungkap berbagai pengetahuan, pembelajaran dan opsi intervensi untuk pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Tujuan dari seminar ini adalah penyampaian Tugas Akhir Inkubator Peneliti Muda Gambut, dengan membagikan kumpulan pengalaman dan pembelajaran dalam menyajikan hasil penelitian dan observasi lapangan dalam produk publikasi untuk masyarakat luas dan pemangku kepentingan, serta mengkompilasi pendapat, pengalaman dan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk pengambilan kebijakan terkait pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan di Sumatera Selatan.
“Dalam kesempatan ini juga kita berbagi pengalaman dan ilmu yang telah didapatkan kepada ke 50 Peneliti Muda Gambut Chapter-2 Kalimantan Barat, serta akan dihadiri oleh Bapak-Ibu Dosen dari Perguruan Tinggai Kalimantan Barat, yang saat ini program IPMG-nya sedang berlangsung,” ujar Koordinator TRGD Sumsel Ir. H. Dharna Dahlan, M.M mewakili Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Rabu (10/3/2021).
Dikatakannya Lebih dari 300 peserta undangan akan hadir, juga undangan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi masyarakat dan sektor swasta di Provinsi Sumatera Selatan.
Ia berharap , semua pihak dapat berkontribusi secara aktif selama proses seminar berlangsung, serta saat pemaparan dalam setiap kelompok diskusi. World Agroforestry (ICRAF) dengan dukungan penuh dari Pemerintah Federal Jerman melalui The German Federal Environment Ministry – The International Climate Initiative (IBMU-IKI) menjalankan kegiatan penelitian Improving the Management of Peatlands and the Capacities of Stakeholders in Indonesia (Peat-IMPACTS Indonesia).
Kegiatan ini akan berjalan selama empat tahun (2020-2023), berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. ICRAF dalam kegiatan ini bermitra dengan Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) serta didukung oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS).
Proyek ini berfokus pada upaya mendukung pengelolaan dan perlindungan gambut, sehingga secara langsung dapat berkontribusi pada target pembangunan jangka menengah tingkat nasional, NDC, kebijakan pembangunan rendah karbon, dan pertumbuhan ekonomi hijau Sumatera Selatan.
Proyek ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya #13 (Aksi Iklim), dan #15 (Kehidupan didarat).
Dalam acara seminar ini, #PahlawanGambut akan memaparkan 40 Kajian Ilmiah yang akan terbagi dalam 7 Kelompok Diskusi, diantaranya Permasalahan Seputar Penggunaan Lahan di Ekosistem Gambut, Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Lahan Gambut, Komoditas Unggulan Lahan Gambut dan Permasalahannya, Kebutuhan Penguatas Institusi masyarakat dalam Pengelolaan Ekosistem Gambut, Menuju Praktik Pertanian Terbaik di Lahan Gambut, Upaya Perbaikan Penghidupan Masyarakat di Lahan Gambut, dan yang terakhir mengenai Berbagai Pola Usaha Tani dalam Perspektif Ekonomi.(**)











