42 Hotspot Terpantau, Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah di Sumsel Terus Terjadi

Sabtu, 16 September 2017
Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir yang menunda jadwal pemberangkatan kereta api.

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendeteksi 42 hotspot.

Sementara dalam pekan ini, sedikitnya dua kebakaran lahan terjadi di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Lubuklinggau.

Read More

Di Kabupaten Ogan Ilir, api membakar lahan gambut dan rumput ilalang yang berada di kawasan Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Inderalaya Utara, Rabu (13/9) sore.

Bahkan akibat kebakaran lahan tersebut sampai menunda perjalanan kereta api. Kebakaran lahan yang berjarak tidak begitu jauh dari permukiman penduduk itu, selain menghanguskan tiga unit pondok perkebunan milik warga setempat.

Kobaran api juga membahayakan lalulintas perjalanan kereta api, khususnya di Stasiun Simpang Desa Sungai Rambutan.

Jarak antara rel kereta api dengan lahan yang terbakar pun cukup berdekatan, sehingga petugas Stasiun Simpang Desa Rambutan mengambil tindakan dengan cara menunda sementara perjalanan, khususnya kereta yang melaju dari arah Inderalaya menuju Stasiun Kertapati Palembang.

Sejumlah Satgas gabungan terdiri dari beberapa unsur BPBD OI, Tagana dan Manggala Agni, kesulitan memadamkan kobaran api.

Sementara di Kota Lubuklinggau terjadi dua kali kebakaran lahan dan semak di lokasi berbeda, Jumat (15/9).

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya dekat tempat pembuangan akhir sampah atau dekat kantor Camat Timur II.

Di sini api menghanguskan sedikitnya satu lahan semak belukar kering.

Beberapa jam kemudian, kebakaran lahan juga terjadi diakses jalan yang sama. Namun lokasi berada di jalan dekat SMAN 9 wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30, menghanguskan sekitar setengah hektar lahan kosong kering.

Api dapat dipadamkan setelah petugas mengerahkan tiga unit mobil damkar.

Terkait kian seringnya kebakaran lahan terjadi, BPBD Provinsi Sumsel menggelar rapat koordinasi dan evaluasi intensif setiap minggu.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kalaksa BPBD Sumsel, H Iriansyah, SSos, SKM, M Kes mengungkapkan terdeteksi 42 hotspot.

Hotspot ini terpantau melalui satelit Lapan maupun berdasarkan laporan di lapangan oleh petugas BPBD.

Tentang kondisi wilayah Sumsel  dilihat dari peta rawan kebakaran wilayah Sumsel terdapat lahan gambut yang cukup luas sehingga di musim puncak kemarau rentan terjadinya kebakaran.

Ironisnya pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dari cuaca, akan tetapi dari oknum yang ingin membuka lahan dengan cara membakar.

Untuk menanggulangi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan  ini pihaknya juga  membuat posko terpadu, patroli rutin satgas darat bersama TNI-Polri, patroli udara dengan heli Bolcow, dan water boombing dengan heli MI,

“Bantuan sarana dan prasarana, dan juga  sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang larangan buka lahan dengan membakar,” katanya.

Dansatgas Korem 004 Andik S menambahkan cara jitu menangani karhutla adalah sinergitas antara pemerintahan, pihak swasta, dan masyarakat. (hyd)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts