30 Politikus Demokrat AS Desak Pemerintahan Trump Ungkap Program Nuklir Rahasia Israel

Writer: - Jumat, 8 Mei 2026
Foto yang diabadikan pada 30 April 2026 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di belakang sebuah lampu lalu lintas di Washington DC, AS. (Xinhua/Li Rui)

Washington, Sumselupdate.com – Sejumlah anggota Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk secara terbuka mengungkap program senjata nuklir Israel yang selama ini tidak diumumkan secara resmi.

Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, sebanyak 30 anggota Partai Demokrat menyatakan bahwa Washington tidak dapat menjalankan kebijakan nonproliferasi yang konsisten di Timur Tengah jika tetap mempertahankan sikap ambigu terhadap program nuklir Israel.

Read More

Surat tersebut dipimpin oleh anggota Kongres AS Joaquin Castro dan dikirim di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Kita, dalam arti sesungguhnya, berperang berdampingan dengan sebuah negara yang program senjata nuklir potensialnya secara resmi tidak diakui oleh pemerintah AS,” tulis para anggota parlemen tersebut.

Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko salah perhitungan, eskalasi konflik, hingga kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Partai Demokrat juga menegaskan bahwa Kongres memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memperoleh informasi lengkap terkait keseimbangan kekuatan nuklir di Timur Tengah, termasuk risiko eskalasi konflik dan langkah antisipasi pemerintah AS.

Dalam surat itu, mereka meminta penjelasan mengenai kemampuan senjata nuklir Israel, termasuk jumlah hulu ledak, sistem peluncur, kemampuan pengayaan uranium, hingga batas-batas strategis yang telah disampaikan Israel kepada pemerintah AS.

Selama ini, Israel mempertahankan kebijakan tidak mengonfirmasi maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir. Sementara itu, Gedung Putih selama beberapa dekade juga tetap mempertahankan sikap ambigu terhadap program nuklir Israel.

Menurut para anggota Demokrat, kebijakan tersebut membuat upaya nonproliferasi di Timur Tengah menjadi sulit diterapkan secara konsisten, terutama dalam menghadapi negara-negara seperti Iran dan Arab Saudi yang turut mempertimbangkan kekuatan militer negara tetangganya.

Mereka menilai transparansi menjadi langkah penting guna mengurangi risiko konflik dan menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts