3 Pelaku Pengeroyokan Dua Mahasiswa UTP Ditangkap Saat Coba Kabur ke Bangka

DIAMANKAN---Petugas berhasil meringkus tiga pelaku penggeroyokan mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang (UTP), Kamis (22/10/2020).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil meringkus tiga orang tersangka pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua orang mahasiswa Universitas Tridinanti Palembang (UTP) Atria Aeusanto (24) dan Danu Putu Ronaldi (23).

Bacaan Lainnya

Kedua korban dikeroyok di Jalan Tasik Kambang Iwak Kelurahan, Talang Semut Kecamatan, Ilir Barat I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (20/10/20) pukul 04.00 WIB.

Penangkapan ketiga tersangka dipimpin Kanit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Zainuri, saat ketiganya berusaha melarikan diri ke Pulau Bangka.

Barang bukti samurai yang digunakan tersangka membacok korban.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, akibat pengeroyokan tersebut korban Atria masih dalam kondisi koma, sementara satu korban lagi mengalami luka ringan.

“Ketiga tersangka ditangkap oleh anggota di dermaga penyeberangan Kepulauan Bangka saat mencoba melarikan diri. Karena kesigapan anggota kami mereka berhasil ditangkap beserta barang bukti samurai, pedang dan celurit yang digunakan saat pembacokan,” ujarnya.

Ketiga pelaku tersebut, yakni Andreas Faisal (20) warga jalan OPI Blok No 2, Kecamatan Jakabaring, Syah Jihan Attar (23) warga Dempo, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan, Ilir Timur I. Kemudian M Rio Rivaldi (19) warga Jalan Sultan Syahril, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan, IT II, Palembang.

Dikatakan Kompol Suryadi motif pembacokan sendiri salah paham antara teman korban dan teman tersangka setelah cekcok di salah satu tempat hiburan di Jalan Veteran. Setelah mereka mencoba menyelesaikan masalah di Kambang Iwak.

Bukannya permasalahan selesai, justru mereka terlibat pertengkaran dan
ketiga tersangka pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam dan terjadi pembacokan terhadap korban.

Peran ketiganya Andreas mengicar tangannya, yang membacok kepala Jihan, dan Rico hanya memukul korban. Setelah melakukan aksi para tersangka langsung melarikan diri dan berusaha kabur ke Bangka namun berhasil ditangkap terlebih dahulu oleh aparat kepolisian

Menurut keterangan Andreas, dirinya membawa samurai dan membacok dan mengenai tangan korban, sedangkan yang Jihan membawa celurit dan membacok mengenai bagian kepala korban.

“Aku bacok korban keno tangan kanannyo, kalau yang kepalak itu kawan aku Jihan yang bacoknyo. Melihat teman kami mau dikeroyok makanya pulang ambil samurai pedang dan celurit,” kata Andreas.

Atas tindakan tersebut ketiga tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 dan 3 dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.