3 Kelompok Separatis Bersenjata Kini Bersatu Jadi Tentara West Papua

Kamis, 4 Juli 2019
Kongres Luar Biasa Tentara West Papua

Jakarta, sumselupdate.com – Tiga kelompok separatis bersenjata di Papua mengumumkan bahwa mereka telah membentuk Tentara West Papua (West Papuan Army), sementara para aktivis pendukung kemerdekaan menyatakan sekarang mereka siap “mengambil-alih negara kami”.

Kelompok-kelompok pemberontak bersenjata selama ini bertindak sendiri-sendiri dalam upaya mereka untuk merdeka dari Republik Indonesia. Bulan ini sekaligus menandai 50 tahun Papua menjadi bagian dari RI.

Read More

Para pengamat mengatakan perkembangan terbaru ini menjadi titik balik yang signifikan, namun memperingatkan kemungkinan akan meningkatkan ketegangan dengan militer Indonesia.

Tentara West Papua akan berada di bawah komando organisasi payung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), yang dipimpin Benny Wenda dari pengasingan.

ULMWP selama ini menempuh cara-cara politik dan diplomatik untuk mencapai kemerdekaan Papua.

“Secara politis dan militer kami bersatu sekarang. Masyarakat internasional sekarang tanpa ragu-ragu dapat melihat bahwa kami siap untuk mengambil-alih negara kami,” ujar Wenda seperti dikutip dalam website ULMWP.

“Indonesia tidak bisa lagi menstigmatisasi kami sebagai separatis atau penjahat. Kami adalah negara kesatuan militer dan politik yang sah,” tambahnya.

Papua, yang berbagi pulau dengan Papua Nugini, berada dalam cengkeraman konflik kemerdekaan yang telah berlangsung lama.

Dr Camellia Webb-Gannon, koordinator Proyek Papua Barat di Universitas Wollongong Australia, mengatakan pembentukan Tentara West Papua menandai persatuan yang signifikan antara aktivis politik dan militer.

“Untuk pertama kalinya sayap bersenjata sekarang menyatakan tunduk pada gerakan politik, ULWMP,” kata Dr Webb-Gannon kepada ABC News.

“Ini sangat penting karena mereka menunjukkan, jika kami merdeka, kami tidak akan menjadi kediktatoran militer. Militer akan tunduk pada pemimpin politik,” tambahnya.

Namun dia juga memperingatkan bahwa perkembangan ini dapat memicu ketegangan dengan militer Indonesia di Provinsi Papua dan Propinsi Papua Barat.

Menurut Dr Webb-Gannon, begitu anggota gerakan kemerdekaan bersenjata meningkatkan aktivitas atau lebih banyak muncul di Papua Barat, militer Indonesia akan merespon.

“Ini juga memberikan tekanan pada masyarakat internasional untuk menepis narasi soal Papua Barat,” katanya. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts