3 Bulan Jargas Tak Digunakan Dicabut!

Kamis, 21 Oktober 2021
Wakil Walikota Palembang. Fitrianti Agustinda, saat meninjau jaringan gas buat warga Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Pelanggan Jaringan Gas (Jargas) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) mencapai kurang lebih 29 ribu. Jika dalam tiga bulan Jargas tidak digunakan maka meteran akan dicabut.

Pelanggan yang ada saat ini, baik dari Jargas yang memang dibangun BUMD milik Pemkot Palembang, maupun yang bantuan dari Kementrian ESDM yang sudah diserahterimakan ke PT SP2J.

Read More

Sayangnya, meski tujuan dari pemasangan Jargas ini untuk lebih memudahkan masyarakat mendapatkan gas bumi, dan tidak lagi pakai gas elpigi subsidi, tapi karena masih ada yang merasa tarif Jargas terlalu mahal, maka tidak digunakan.

Manajer Unit Jargas PT SP2J, Ari Kordiansyah mengatakan, adanya pelanggan yang sudah terpasang Jargas kemudian tidak menggunakan, ada beberapa kemungkinan.

“Mungkin ada, tapi sebagian saja tidak semua pelanggan begitu (merasa terlalu mahal, kemudian tidak dipakai),” katanya.

Untuk pelanggan yang semacam ini juga, menurutnya bukan mereka tidak mau pakai, tapi biasanya rumahnya tidak ditinggali atau dikontrakan, atau kemudian yang tidak bayar-bayar.

“Kalau sudah tidak digunakan, atau mereka nunggak sampai tiga bulan, maka dari kita melakukan pencabutan/dicabut meterannya,” katanya.

Adapun soal tarif yang dikeluhkan mahal, dijelaskan bahwa, pada prinsipnya tarif ini sudah ditentukan sesuai standar. Dan dengan jargas juga dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah, aman dan tidak perlu lagi cari-cari penjual gas.

“Kalau dikatakan mahal, sebenarnya tarif jargas sebenarnya sudah ditentukan HET nya oleh BPH Migas. Jadi untuk pelanggan R1 itu di Rp4.250 per m3, dan R2 Rp6.000 per m2,” katanya.

Jika pelanggan sudah dicabut. Maka kemudian akan dialihkan ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan. “Untuk pelanggan yang sampai kita cabut, setidaknya pada Agustus lalu saja kurang lebih ada 50 an pelanggan,” katanya.

Mengenai hal ini, dimungkinkan juga karena dampak pandemi, dimana secara perekonomian mengalami masalah, sehingga kurang kemampuan bayar. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts