2018, Semua SMK di Kabupaten Muaraenim Terapkan UNBK

Kamis, 21 Desember 2017
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Hj Erlina.

Muaraenim, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan optimistis ujian nasional 2018 jenjang SMK di Kabupaten Muaraenim seratus  persen sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Widodo melalui Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Hj Erlina, mengatakan, pada tahun 2017, dari 19 SMK di Bumi Serasan Sekundang, sebanyak 16 SMK menerapkan UNBK, dan 3 SMK masih ujian secara manual menggunakan kertas dan pensil.

Read More

“Tahun lalu di Kabupaten Muaraenim ada 3 SMK yang tidak bisa UNBK, yaitu SMK Rambang Dangku, SMK Lubai Ulu, dan SMK Semende Darat Laut (SDL). Namun tahun 2018 nanti, kita pastikan SMK di Muaraenim bisa UNBK semua,” ungkap Erlina diwawancarai usai membuka Gema Inovasi yang diselenggarakan MKKS SMK Kabupaten Muaraenim, di SMK Negeri 2 Muaraenim, Rabu (20/12/2017).

Secara keseluruhan di Provinsi Sumsel, lanjut Erlina, tahun lalu 94 persen SMK dari total 252 SMK negeri dan swasta sudah menerapkan UNBK.

Tujuh persen atau sebanyak 20 SMK termasuk 3 SMK di Muaraenim masih ujian manual. “Namun untuk 2018 nanti, kita pastikan 99 koma sekian persen  sudah menerapkan UNBK,” katanya.

Dari seluruh jenjang SMK yang ada di Sumsel, hanya satu SMK yang dipastikan belum bisa menerapkan UNBK.

“Yang belum bisa melaksanakan UNBK itu adalah SMK Negeri 3 Lahat di Tanjung Sakti. Letak geografisnya yang sangat jauh membuat daerah ini kesulitan mendapatkan sinyal,” urainya.

Kalau pun ingin meminjam fasilitas sekolah lain yang sudah dilengkapi perangkat UNBK, dia menyebut hal ini sangat berisiko.

“Muridnya banyak, jadi kalau mau pergi ke Kota Lahat untuk UNBK, berisiko tinggi. Karena mereka harus menginap, sehingga secara psikologi, mental anak sudah down,” kata dia lagi.

Terkait kendala dalam penerapan UNBK, Erlina mengakui pasti ada, terutama kendala sinyal. Akan tetapi, lanjut dia, persiapan sekolah untuk melaksanakan UNBK sudah dari lama.

“Semangat sekolah agar siswanya bisa melaksanakan UNBK sangat tinggi. Seperti di OKU Selatan, tahun lalu belum bisa UNBK karena sinyal, namun mereka berupaya semaksimal mungkin. Mereka mendirikan tower kerja sama dengan provider,” tambahnya.

Dalam pengadaan sarana prasarana untuk UNBK hampir dipastikan tidak ada masalah.

“Karena Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah selalu suplai (sarana prasarana UNBK –red). Jikapun sarana prasarananya belum mendukung, sekolah bisa pinjam fasilitas sekolah lain yang lokasinya paling dekat. Seperti SMK pinjam fasilitas SMA, atau sebaliknya. Karena memang jadwal UNBK SMA, SMK maupun SMP berbeda,” tutur dia.

Sementara itu, untuk jenjang SMA dirinya mengatakan penerapan UNBK tahun depan ditarget 80 persen. “Kalau tahun 2017, SMA yang melaksanakan UNBK sudah 55 persen. Untuk tahun depan, saya kurang tahu pasti. Namun ditarget 80 persen,” pungkasnya. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts