11 Titik Banjir Palembang Diungkap! Ini Penyebab Utama dan Langkah Cepat Pemkot Atasi Genangan

Writer: - Jumat, 24 April 2026
Petugas Dinas PU PR Kota Palembang melakukan normalisasi drainase di salah satu titik banjir prioritas untuk memperlancar aliran air. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat menanggulangi persoalan banjir dengan menetapkan 11 titik rawan genangan sebagai prioritas penanganan.

Kepala Dinas PU PR Palembang, Yudha F, menyebut penyebab utama banjir didominasi sedimentasi, penumpukan sampah, serta faktor eksternal seperti pasang Sungai Musi dan tingginya curah hujan.

Read More

“Permasalahan ini kompleks. Selain sedimentasi dan sampah, juga dipengaruhi pasang Sungai Musi serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Sebagai langkah cepat, tim Dinas PU PR telah melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik. Hingga kini, lima dari 11 lokasi prioritas telah berhasil ditangani. Petugas juga disiagakan 24 jam untuk merespons cepat saat genangan muncul.

Selain itu, perbaikan penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang sempat jebol juga telah dilakukan, sehingga diharapkan mampu mengurangi genangan di kawasan Jalan Demang Lebar Daun.

Pemkot juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Jalan Nasional dan Dinas PU Pengairan Provinsi Sumsel, dalam normalisasi saluran dan penyediaan pompa air di titik rawan banjir.

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Palembang bersama Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII akan menjalankan program pengendalian banjir sistem Sungai Bendung, meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing, serta penambahan pompa di kolam retensi.

Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026 dan rampung pada akhir 2027.

“Dengan langkah terpadu ini, kami optimistis persoalan banjir di Palembang dapat ditekan secara signifikan,” tegas Yudha. (**)

Berikut 11 lokasi yang menjadi fokus penanganan beserta permasalahan utamanya:

1. Jl. Demang Lebar Daun (Simpang Polda) dan UIGM
Penyempitan aliran air di crossdrain bawah flyover serta drainase di Jalan Basuki Rahmat dan sungai jembatan parit.

2. Jl. Basuki Rahmat (depan Bank Sinarmas)
Dipengaruhi pasang air Sungai Musi.

3. Jl. Kol. H. Burlian (Palimo, Siti Fatimah dan sekitarnya)
Sedimentasi dan sampah dalam saluran.

4. Jl. Mayor Ruslan (Kolam IBA) dan Bay Salim
Terjadi sedimentasi dan penyempitan aliran (bottleneck).

5. Jl. Demang Lebar Daun (RS Siti Khodijah dan sekitarnya)
Sedimentasi pada outlet kolam retensi, dipengaruhi pasang sungai, serta kendala bangunan di sempadan sungai.

6. Jl. Kapt. A. Rivai (Simpang 5) dan Angkatan 45
Kapasitas saluran tidak memadai, lubang pembuangan kecil, serta utilitas dan crossdrain tidak berfungsi.

7. Kambang Iwak Besak
Tingginya sedimentasi.

8. Jl. Kol. H. Burlian (Damri)
Sedimentasi dan sampah di crossdrain.

9. Jl. Kol. H. Burlian (Cekungan DA)
Sedimentasi dan sampah di saluran.

10. Jl. Asrama Haji
Penyempitan aliran di pintu masuk (bottleneck).

11. Jl. R. A. Rozak (Kumbang dan sekitarnya)
Tingginya sedimen di saluran.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts