Baturaja, Sumselupdate.com – Terungkap jumlah tagihan listrik (industri) yang perlu dibayarkan PT Semen Baturaja (PT SB) tiap bulannya kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencapai Rp 10 Miliar .
“Ya, per bulan tagihan listrik PTSB mencapai Rp10 miliar. Bahkan pernah capai Rp12 miliar,” ungkap Suvervisor Teknik PLN area Lahat rayon Baturaja, Hermawan, Selasa (30/8).
Menurut dia, tagihan listrik untuk keperluan industri PTSB tersebut terbilang paling besar dalam lingkup PLN se-Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (S2JB).
“Selama ini pembayarannya lancar. Mereka (PTSB) bayar langsung ke pusat (Palembang),” ungkapnya.
Dijelaskan dia, listrik dari PLN ke PTSB ini tergolong VVIP (khusus). Dalam artian, tidak mengganggu kebutuhan listrik bagi pelanggan umum khususnya di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Memang dalam hal ini, aliran listrik PTSB langsung dari gardu induk (GI) Baturaja. Tapi di sana ada trafo khusus, yakni trafo 3 dengan kekuatan daya 63 megawatt. Sedangkan keperluan listrik yang “dimakan” PTSB sendiri, dayanya sebesar 24 megawatt.
Nah, untuk keperluan masyarakat OKU dan OKU Timur, menggunakan trafo lain. Yakni trafo 1 untuk OKU dan trafo 2 untuk OKU Timur, masing – masing berkapasitas 60 megawatt.
“Jadi memang keperluan listrik untuk PTSB ini, separuh dari kebutuhan listrik pelanggan di Baturaja. Untuk pelanggan di Baturaja totalnya sebesar 12 megawatt. Jadi masih besar PTSB, yang butuh 24 megawatt. Makanya mereka dikhususkan. Karena, jika listrik mereka terganggu (padam) 1 detik saja, mereka butuh waktu lima jam untuk normalisasi operasional pabrik,” jelas Mawan.
Bagaimana kebutuhan listrik pabrik PTSB Baturaja 2 nanti? Dikatakan Mawan, soal listrik pabrik 2 sama dengan pabrik 1. Menggunakan jaringan tersendiri.
“Pabrik 2 nanti langsung dari transmisi jaringan 150 KV. Kebutuhannya lebih besar dari pabrik 1, yakni 40 megawatt,” bebernya.
Perlu diketahui tambah Mawan, bahwa PLN area Lahat rayon Baturaja ini termasuk salah satu dari 4 rayon metropolis se S2JB.
“Kita masuk rayon metropolis dari 42 rayon se S2JB. Yakni PLN Rivai Palembang, Sukarami, Kenten dan Baturaja. Kenapa? Karena kita ada PTSB tadi,” sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk kapasitas pasokan listrik ke pelanggan, cukup. Hanya tinggal kekuatan pembangkit dari Tarahan, Lampung. Kalau dari sana (Lampung) defisit, otomatis OKU juga kena dampaknya. (Yan)











