WNI yang Dievakuasi Dari Wuhan Akan Dikarantina 14 Hari

Sebanyak 250 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). ANTARA FOTO/M N Kanwa.

Jakarta, Sumselupdate.com — Sebanyak 245 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China telah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 8.30 WIB.

WNI tersebut dievakuasi dari Wuhan dengan pesawat Batik Air

Bacaan Lainnya

Setelah turun dari pesawat Batik Air, 245 WNI itu akan dibawa ke Natuna dengan 3 pesawat TNI.

Pesawat itu yaitu Hercules A-1315, Boeing AI 7304 dan A 7306.

Selanjutnya, para WNI tersebut akan menjalani masa isolasi di Natuna selama 14 hari ke depan.

Proses evakuasi

Sebelumnya dari Indonesia, pesawat Batik Air telah bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju ke Wuhan pada Sabtu (1/2/2020) pukul 13.00 WIB.

Pesawat diterbangkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng dan tiba di Bandara Tianhe Wuhan pukul 19.00 waktu setempat.

Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Pesawat Airbus 330-300CEO ini membawa 19 kru dan 30 tim medis.

Dalam keterangan resmi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, WNI yang berada di sembilan titik di Provinsi Hubei kemudian menuju Wuhan.

Empat titik di antaranya mempunyai jarak yang cukup jauh dari Bandara Wuhan, seperti titik Kota Enshi berjarak 542 km, Jingzhou jaraknya 222 km, Huangshi berjarak 100 km, Xianning yang berjarak 98 km.

Sementara sisanya, lima titik ada di Kota Wuhan.

Pemeriksaan kesehatan

Terkait kondisi kesehatan WNI dari Wuhan, Kementerian Kesehatan memastikan akan dilakukan pengecekan yang ketat. Sejak keberangkatan hingga sampai di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus yang kini telah menjangkit di belasan negara itu.

“Pengecekan dimulai saat WNI naik pesawat dari Wuhan,” kata Wiendra seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Selanjutnya dalam perjalanan di pesawat kesehatan para WNI juga terus dipantau. Setibanya di Indonesia, kesehatan WNI kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang.

Pemeriksaan dilakukan dengan cara petugas dari Kementerian Kesehatan naik ke dalam pesawat, bukan di luar pesawat.

Karantina 14 hari

WNI yang dinyatakan sehat tidak langsung dipulangkan ke kediaman masing-masing, namun masih harus menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Selama karantina, pemerintah terus memantau kondisi kesehatan para WNI.

“Selama di karantina harus ada perawat, dokter spesialis paru, petugas jiwa kesehatan yang mengontrol olahraga, ada diatur gizinya,” jelas Wiendra.

Sementara itu, mereka yang dari hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan tak sehat akan segera dilarikan ke rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Kemenkes.(kpc/adm5)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.