Jenewa, Sumselupdate.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan perkembangan terbaru wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar internasional. Hingga kini, jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi 12 orang dengan tiga korban meninggal dunia.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penambahan kasus terbaru berasal dari seorang awak kapal yang turun di Tenerife, Spanyol, sebelum dipulangkan ke Belanda dan menjalani isolasi.
“Belanda telah mengonfirmasi satu kasus tambahan yang melibatkan seorang awak kapal yang turun di Tenerife, Spanyol, kemudian dipulangkan ke Belanda dan kini menjalani isolasi,” ujar Tedros dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (23/5/2026).
WHO mencatat, hingga saat ini belum ada tambahan korban meninggal sejak wabah pertama kali dilaporkan pada 2 Mei 2026. Total korban meninggal masih sebanyak tiga orang.
Tedros menyebut pihaknya terus meminta negara-negara yang terdampak untuk memperketat pemantauan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal selama masa karantina berlangsung.
“Kami terus mendesak negara-negara terdampak untuk memantau seluruh penumpang dan awak kapal secara ketat selama sisa periode karantina,” katanya.
Selain itu, WHO mengungkapkan lebih dari 600 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien masih dipantau di 30 negara. Sejumlah kontak berisiko tinggi juga masih dalam proses pelacakan oleh otoritas kesehatan setempat.
WHO turut mengapresiasi kerja sama negara-negara yang terlibat dalam penanganan wabah tersebut, termasuk dalam proses investigasi epidemiologi guna mencegah penyebaran lebih luas.
Hantavirus sendiri merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal jika tidak ditangani dengan cepat.
(**)











