Baturaja, Sumselupdate.com – Kebebasan Pers di Kabupaten OKU nampaknya dirusak oleh kejadian saat inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan anggota Komisi III DPRD OKU di Hotel Bukit Indah Lestari (BIL), Jalan Garuda, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kamis (20/10/2016) pagi.
Betapa tidak, saat itu awak media yang datang dilarang meliput. Oknum yang melarang adalah seorang perempuan dari pihak manajemen hotel di ruang raceptionis.
Saat itu para anggota Komisi III yang dikomandoi Rusman Junaidi dkk tengah berkumpul di sana. Entah apa yang disembunyikan pihak manajemen Hotel Bukit Indah Lestari (BIL) Baturaja, termasuk dengan Komisi III DPRD OKU.
Bahkan, ketika melihat ada wartawan yang ikut dalam sidak, pegawai perempuan itu langsung mendekati dan menyuruh wartawan keluar dari ruangan.
Akan tetapi dari informasi yang dihimpun, sidak dilakukan terkait upaya penggenjotan pajak dan tetap saja hal ini membuat sejumlah pelaku jurnalistik menyayangkan sikap manajemen hotel termegah di Baturaja itu.
Seperti disampaikan Herbet, salah satu wartawan media cetak lokal di Baturaja, momen sidak seperti itu merupakan kejadian yang layak diberitakan untuk memberikan informasi yang memadai kepada publik.
Apalagi saat anggota dewan sidak ke hotel tersebut, wartawan dari berbagai media turut serta dalam rombongan dalam memperoleh informasi yang sebenarnya dan berimbang.
Namun sangat disayangkan ketika para awak media mengikuti anggota dewan, dari pihak hotel tidak memperkenankan ikut mendengarkan terkait permasalahan yang terjadi.
“Kalau anggota dewan hanya kumpul-kumpul sekedar ngopi, itu jadi urusan pribadi mereka. Tapi ini kan sidak, tentu saja resmi dan mereka menggunakan uang negara, apalagi menbawa staf segala. Artinya ada news value di sana untuk kepentingan publik,” jelasnya.
Senada disampaikan Gus Munir, wartawan media cetak lainnya. Ia juga menyayangkan pihak hotel tidak memperbolehkan para wartawan mengikuti agenda dewan berdiskusi dengan pihak hotel dengan berbagai alasan.
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten OKU ini menjelaskan, bahwa teman-teman wartawan membutuhkan informasi yang jelas dan berita yang berimbang. “Jika seperti ini kejadiannya, bagaimana tanggung jawab kita kepada pembaca atau masyarakat,” sesalnya. (yan)











