PALI, Sumselupdate.com – Angkutan batubara yang melintas di sepanjang jalan penghubung Kecamatan Belimbing-Sekayu, dari Kabupaten Lahat menuju pelabuhan pengepul Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI diduga merupakan penyebab kerusakan jalan mulai dari Desa Talang bulang hingga Desa Sebane, Kecamatan Talang Ubi.
Dari informasi yang diperoleh penyebab utamanya adalah kerap terjadinya kerusakan kendaraan angbara di tengah jalan (mogok) dan membuat kendaraan angkutan lainnya melintasi kiri kanan jalan dan mengakibatkan berlubang dan amblas.
“Kalau lewat angkutan batubara ini biasanya konvoi dan ketika ada salah satu yang mogok, mobil yang lain ikut berhenti dan mengakibatkan macet. Apalagi kalau mobil yang rusak itu di tengah jalan, membuat kendaraan lain mengambil tepi jalan, jadi keadaan jalan ini semangkin hancur,” jelas Hardi Kusuma, salah satu tokoh masyarakat Desa Karta Dewa.
Hardi juga menjelaskan bahwa, akibat dari mogok nya kendaraan ditengah jalan tersebut, selain membuar jalan semakin hancur, juga mengakibatkan aktifits warga terganggu.
“Kadang mereka konvoi tidak mau mengalah dengan kendaraan pribadi dan membuat aktifitas masyarakat terhambat. Kita sangat berharap, baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat,” pintanya.
Hal senada juga dikatakan Murdian, salahsatu warga yang melintas dijalan tersebut sangat merasa tidak nyaman.
“Lubang-lubang di jalan semakin banyak dan lebar-lebar, debu bertaburan. Jalan kendaraanpun harus menjadi terhambat, kalau bisa mobil batu bara ini gunakan jalur sendiri, jangan mengganggu masyarakat, jangan mau untungnya sendiri,” pungkasnya. (adj)










