Wakil Ketua Komisi X DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Atas Kematian Mahasiswi Undip

Writer: - Senin, 19 Agustus 2024
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Jakarta, Sumselupdate.com – Seorang mahasiswi PPDS Anestesi Undip ditemukan meninggal di kamar kosnya beberapa hari lalu.

Dugaan perundungan pun menyeruak, melatarbelakangi peristiwan naasnya perempuan berusia 30 tahun itu yang mengakhiri hidup.

Read More

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengaku sangat terkejut dan berduka mendalam atas kejadian tragis yang menimpa mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).

Bunuh diri yang terjadi telah mengundang perhatian luas dan memunculkan dugaan mengenai praktik bullying yang mungkin dialami almarhumah.

“Saya, sebagai salah satu pimpinan Komisi X DPR RI sangat prihatin dengan situasi ini dan merasa penting untuk menanggapi dengan serius,”ujar Hetifah  di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu mendesak pihak universitas dan otoritas terkait beserta pihak Kepolisian  melakukan investigasi.

Dia  meminta investigasi secara menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik kejadian ini.

“Penting  memastikan bahwa semua faktor penyebab dapat diidentifikasi dan tindakan yang sesuai diambil terhadap semua pihak yang terlibat. Kejadian ini menunjukkan perlu evaluasi mendalam terhadap sistem dan prosedur  di lingkungan akademik, terutama dalam hal kesejahteraan mental mahasiswa,” tuturnya.

Menurut Hetifah, tidak sekadar terkait dengan pengungkapan dugaan perundungan yang beredar, agar pihak universitas melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap proses akademik dan lingkungan di dalam.

Peilu dukungan psikologis dan konseling bagi mahasiswa terutama dalam program  seperti PPDS harus ditingkatkan. Sistem pelaporan yang mudah diakses dan program pendampingan perlu diperkuat untuk membantu mahasiswa yang menghadapi tekanan.

Hetifah mendorong adanya kampanye kesadaran tentang pentingnya kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan tinggi.

Dikatakan, komitmen diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung.

“Kita semua perlu belajar dari kejadian ini dan berkomitmen  menciptakan lingkungan pendidikan  aman dan mendukung. Dengan langkah perbaikan yang konkret, kami berharap tragedi semacam ini tidak akan terulang di masa depan,” tegasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts