Waduh? Sederet Kendala Puskesmas di Kecamatan yang Jauh dari Kota

Kamis, 20 April 2017
Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan dr Dwi Fenti Atri

Baturaja,Sumselupdate.com – Minimnya fasilitas dan tenaga medis, menjadi tantangan tersendiri bagi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang jauh dari ibukota. Seperti halnya di UPTD Puskesmas Peninjauan.

Di Puskesmas ini, bukan hanya tenaga medis yang masih kurang, ruangan pun perlu ada tambahan.

Read More

Contoh kecil, ketiadaan tenaga medis di Poli Gigi, termasuk belum ada sarananya.

“Bukan hanya dokter giginya yang belum ada, bahkan sarana penunjang poli gigi juga belum ada,” jelas Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan dr Dwi Fenti Atri saat dibincangi Sumselupdate.com di ruang kerjanya.

Selain dokter gigi, kata Atri, tenaga gizi dan tenaga di bagian laboratorium juga masih kurang. Hal ini diakui dia, sudah diusulkan ke Dinkes.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa untuk fasilitas di ruang rawat inap sudah ada tujuh tempat tidur (bed), dan di ruang bersalin ada 3 bed.

“Akan tetapi inkubator di ruang bersalin belum dapat dipakai karena daya listriknya tidak memadai,” beber Atri.

Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Posyandu Penyakit Tidak Menular (PTM). “Rencananya dua Posyandu itu nanti satu di Desa Peninjauan dan satunya di Desa Makarti Jaya (SP 6),” beber dia.

Pihaknya berharap, agar Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dapat segera melengkapi sarana dan tenaga yang dibutuhkan.

“Untuk memaksimalkan pelayanan, tentunya harus ditunjang dengan tenaga medis dan fasilitasnya, oleh karena itu kita berharap dalam waktu dekat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Menanggapi minimnya fasilitas dan tenaga medis di Puskesmas Peninjauan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU H Suharmasto, menanggapi santai.

“Kalau mau dibandingkan dengan Puskesmas di wilayah lain, Puskesmas Peninjauan sudah lebih baik,” kata Suharmasto.

Diakuinya, untuk fasilitas dan tenaga medis di setiap Puskesmas di wilayah Kabupaten OKU, baru mencapai 50 persen.

“Diharapkan untuk semua Puskesmas dengan sarana dan tenaga yang terbatas dapat melayani masyarakat sebaik mungkin, dan tahun 2017 ini, Puskesmas mendapat bangunan rehab UGD dan rehab ruang rawat inap,” tegasnya. (Wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts