Muarabeliti, Sumselupdate.com –
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut tahun baru Islam I Muharam 1439 Hijriyah dengan mengundang pencerama agama dari Jakarta, Ustad Wijayanto.
Tabligh Akbar memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah dihadiri oleh ribuan masyarakat di wilayah Musirawas, karena peringatan tahun baru Islam ini mengundang penceramah agama dari Jakarta Ustad Wijayanto.
“Kita sengaja mengundang ustad Wijayanto supaya bisa memberikan ilmunya kepada masyarakat Musirawas,” kata Kepala Bagian Kesra Setda Mura H Yusran Amri.
Menurut Yusran, peringatan tahun baru islam menjadi moment untuk intropeksi diri, dimana ditahun yang akan datang bisa menjadi insan yang lebih baik lagi.
“Kita berharap dari peringatan ini bisa menjadi insan yang taat dalam agama, bertanggungjawab dalam bekerja, dan bisa menjadi lebih baik lagi,” harapnya.
Dalam tabligh akbar ini hadir juga, Ketua TP PKK Musirawas, Hj Noviar Marlina Gunawan, Wakil Bupati, Hj Suwarti, Asisten III, H Edi Iswanto, kepala orgnanisasi perangkat daerah, DPRD, serta masyarakat Mura.
Wakil Bupati Mura Hj Suwarti mengajak kepada masyarakat untuk mengintropkesi diri dan melakukan transformasi ke arah kondisi yang lebih baik, terlebih sebagai ummat Islam.
Seharusnya mampu meneladani konsep hijrah Rasulullah SAW yang bukan hanya sebagai perpindaha dari mekkah ke Madinah, namun lebih dari itu adalah makna mentransformasi diri ke arah yang lebih bermakna, lebih baik dan lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
“Kita sebagai umat Islam sudah memiliki kesepakatan akidah yang sama, syariat yang sama dan tujuan yang sama. Maka apa pun perbedaan yang terjadi antara umat Islam selama itu hanya berkisar tentang kulit luarnya saja tidaklah perlu dijadikan alasan untuk berpecah belah,” tuturnya.
Karena, lanjut Suwarti, yang perlu diketahui bersama adalah perbedaan telah terjadi jauh ketika masa Rasulullah dan para sahabatnya. Namun meski demikian perbedaan pendapat tersebut tidak mencegah mereka untuk tetap menjadi saudara seiman yang tetap rukun dan saling membantu.
Di tempat yang sama ustad Wijayanto memberikan tausyiah tentang kematian, dimana setiap manusia tidak ada yang tahu kapan waktunya meninggal dan dimana tempatnya meninggal.
“Mari kita perbaiki diri di moment yang sangat berharga ini, karena kematian itu sudah dekat ketika organ tubuh kita tidak berfungsi dengan normal lagi. Mata sudah rabun, badan sudah mulai membungkuk, kemudian nafsu makan sudah berkurang. Maka, kalau sudah seperti itu, kematian sudah mulai dekat,” ungkapnya.
Untuk itu, sebagai ummat muslim, hendaknya selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar nantinya bisa menjadi ummat yang bertaqwa. (ain)











