Palembang, Sumselupdate.com – Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia berimbas terhadap seluruh sektor ekonomi. Tak terkecuali di Indonesia.
Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), usaha travel saat ini hanya bisa bertahan agar tidak kolaps. Turunnya jumlah penumpang berimbas minimnya pendapatan yang mereka dapatkan.
Seperti dikatakan Supri, sopir travel yang melayani trayek Palembang-Pendopo, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kepada Sumselupdate.com, Rabu (29/4/2020), Supri mengatakan, penurunan drastis jumlah penumpang hingga 90 persen sudah dirasakan sejak awal bulan April 2020 ini.
Menurutnya, untuk bisa bertahan saat ini hanya bisa mengandalkan pengiriman paket baik dari Palembang maupun sebaliknya.
“Kita berangkat kalau paketnya lebih dari dua. Itu pun kita hitung kalau minyak (BBM bisa terbeli –red) lepas, kita putuskan berangkat,” kata.
Supri mengaku sangat terbantu dengan kebijakan bank yang memperbolehkan nasabah membayar angsuran mobil hanya separuh saja.
“Saat ini saya hanya bisa bertahan untuk bisa membeli bensin dan separuh angsuran cicilan mobil. Saya tidak tahu entah sampai kapan kondisi seperti ini,” keluh Supri lagi.
Senada dikatakan pengelola Baturaja Indah Wisata di Jalan Masjid Lama Palembang yang melayani penumpang dari Palembang-Baturaja dan Palembang-Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Menurutnya, penurunan drastis jumlah penumpang dirasakan sejak 5 April 2020. Tak pelak, penurunan jumlah penumpang membuat jadwal keberangkatan yang semula setiap jam, kini dalam sehari cuma dua kali keberangkatan.
Sebagaimana diketahui saat ini ada empat daerah di Sumsel yang telah dinyatakan zona merah Covid-19. Keempatnya adalah Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten OKU.
Saat ini jumlah kasus positif terinfeksi virus Corona di Sumsel sudah berada di angka 143 orang, jumlah pasien sembuh 22 orang, dan pasien meninggal dunia sebanyak empat orang. (edo)











