Untuk Pengamanan, Para Terdakwa Akui Berikan Sejumlah Uang Kepada Ketua dan Anggota Bawaslu Sumsel

Sidang dugaan korupsi dana hibah kegiatan Bawaslu Kabupaten Muratara tahun 2019.

Palembang, Sumselupdate.com – Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim, Efrata Happy Tarigan SH MH, JPU Lubuklinggau menghadirkan langsung para terdakwa dugaan korupsi dana hibah kegiatan Bawaslu Kabupaten Muratara tahun 2019.

Adapun nama-nama terdakwa, Munawir (Ketua bawaslu Muratara), M Ali Asek (anggota Bawaslu) , Paulina (anggota bawaslu) , Kukuh Reksa Prabu (staf di Bawaslu), Siti Zahro (bendahara), Tirta Arisandi (mantan korsek) Hendrik (korsek) dan AS (korsek).

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya kelima terdakwa yakni Kukuh Reksa Prabu, Siti Zahro, Tirta Arisandi, Hendrik dan Aceng Sudrajat, mengatakan aliran uang yang diberikan ke masing masing terdakwa dan beberapa nama lainnya.

Kelimanya terdakwa kompak mengakui memberikan uang yang telah diterima masing masing terdakwa saat dicecar oleh majelis hakim.

Salah satunya terdakwa Aceng kembali mengatakan uang aliran kepada ketua Bawaslu Sumsel, sebesar 200 juta melalui Herman fikri korsek Bawaslu OI saat itu, untuk uang pengamanan.

“Pak Iin yang minta melalui Herman Fikri untuk uang pengamanan ke BPK, saya lihat Herman Fikri kasih uang kepada ajudan Iin di mobil,” katanya di hadapan Hakim

Kemudian kepada tiga komisioner bawaslu Muratara masing masing diberikan uang 20 juta.

“Itu mereka yang minta saat rapat Komisioner untuk operasional dan pengamanan,” ujarnya.

“Dari 11 kali pencairan uang hibah saya hanya ambil 20 juta, dan kepada bendahara 10 juta,” tambahnya

Ianjuga mengatakan uang pengamanan diberikan kepada Rahmad kasek Bawaslu Sumsel, sebesar 15 juta, kepada luhur 15 juta, kepada kabag Provinsi 7 juta, kepada Aris orang Polda dia minta uangnya karena daerah sana rawan keributan, Indri dari Bawaslu Provinsi 5 juta.

“Masih banyak lagi yang mulia tapi saya lupa siapa-siapa saja dan berapa nominal yang diberikan,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan saksi Siti Zahro, dimana ia mengatakan tasnya berisi uang 200 juta yang baru ditarik dari bank di bawa aceng ke mobil Herman fikri.

“Saya lihat pak Aceng bawa tas saya berisi uang ke mobil pak Herman, kata pak aceng untuk pak Iin, ketua Bawaslu Sumsel,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.