Palembang, Sumselupdate.com – Ratusan massa Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengelar aksi unjuk rasa di Refinery Unit III Pertamina Plaju Palembang, Kamis (25/7/2019). Massa menuntut pemerintah menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG melalui Holding Migas ke PGN.
“Ketiga tuntutan kami tidak lain, meminta pemerintah mempertahankan proses bisnis LNG pada Pertamina yang keuntungannya 100 persen untuk kemakmuran rakyat, selain itu meminta pemerintah memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana bisnis LNG yang mendukung securty of supply nasional baik jangka pendek maupun panjang,” ujar pengunjuk rasa.
“Terakhir kami mendesak untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG yang dilakukan melalui holding migas ke PGN karena menyebabkan potensi kerugian negara karena kepemilikan saham publik di PGN sebesar 43,04 persen,” paparnya
Dengan aksi keprihatinan tolak aksi korporasi pelepasan bisnis LNG Pertamina, FSPPB berharap agar dipenuhi dalam rangka membangun kedaulatan energi yang pada gilirannya akan mampu memperkuat ketahanan nasional. “Kami harap suara kami di dengarkan Pemerintah, demi kesejahteran bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya aksi presconpres (FSPPB) SP RU III Pertamina Pelaju menolak PGN selaku anak perusahaan Pertamina (sub-holding gas) akan menjadi pengelola dari bisnis gas nasional konsekuensi akan ada pengalihan bisnis gas existing, LNG existing, jargas dan SPBG dari Pertamina ke PGN.
Apabila bisnis tersebut dialihkan ke PGN dilaksanakan maka akan terdapat potensi kehilangan pendapatan negara sebesar 43,04 % yang dimiliki oleh publik. M Yunus, Ketua SPRU III pihaknya akan menyikapai tegas jika adanya pengerdilan terhadap pengkerdilan Pertamina.
“Kami tetap menyikapi rencana – rencana untuk mengkerdilkan pertamina , kita selaku pekerja wajib menjaga proses bisnis pertamina karena pertemina adalah milik milik negara untuk kemakmurat rakyat, kedaulatan energi itu adalah harga mati bagi pekerja SP RU III,” ungkapnya. (syd)











