Tuntut Keringanan UKT, Mahasiswa Ngadu ke DPRD dan Gubernur

Aksi mahasiswa menuntut keringanan biaya UKT

Laporan Haris Widodo

Palembang,Sumselupdate.com — Seruan aksi dari mahasiswa peduli Sumatera Selatan yang menuntut kepada Rektor kampus untuk mengurangi Uang Kuliah Tunggal (UKT) di tengah pandemi virus corona belum ada kejelasan.

Bacaan Lainnya

Pemberlakuan kebijakan yang dikeluarkan oleh seluruh lembaga pendidikan kampus di seluruh universitas di Palembang baik dari tingkat Universitas ataupun sekolah tinggi yang mengharuskan membayar uang iuran kampus secara full membuat rasa kekecewaan bagi mahasiswa, karena ditengah pandemic corona ini mereka harus belajar dari rumah tanpa menikmati fasilitas kampus.

“Kami bersama-sama perwakilan mahasiswa yang lainnya menuntut kebijakan tersebut. Sederhana saja kami belajar di rumah menggunakan fasilitas sendiri sementara uang UKT tetap saja full tanpa kita nikmati fasilitas,” ujar Rudianto Widodo kepada Sumselupdate.com, Senin (8/6/2020)

Audiensi mahasiswa dengan Ketua DPRD Sumsel

 

Pada Kamis 4 Juni 2020 mahasiswa tersebut telah melakukan rapat audiensi dengan Ketua DPRD Sumsel yang mengajukan empat poin tuntutan :

1. Mahasiswa Meminta Penurunan UKT/SPP dengan dua Skema.
-Meminta Kepada Pemerintah untuk membantu mahasiswa yang terdampak ekonomi orangtuanya.
-Diskon UKT secara merata kepada semua Mahasiswa, mengingat Mahasiswa tidak lagi belajar dikelas selama pandemi, dan harus mempersiapkan Kuota Pulsa sendiri untuk memenuhi Perkuliahan Online, lalu mengapa Mahasiswa masih membayar Full?

2. Meminta DPRD Provinsi SUMSEL Segera melakukan rapat untuk menemukan solusi dengan Pemerintah Provinsi SUMSEL serta memanggil Birokrat Kampus dibawah naungan KEMENDIKBUD dan KEMENAG

3. Meminta DPRD Provinsi untuk mendorong Pemprov memberikan keringanan/potongan pembayaran SPP/UKT sebesar 50%

4. Meminta DPRD SUMSEL untuk Mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar segera mengeluarkan Peraturan Gubernur (PERGUB)/terkait keringanan pembayaran SPP/UKT pada Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta ditengah Pandemi.

Atribut aksi mahasiswa menuntut keringanan biaya UKT

 

Dan hasilnya diperoleh kebijakan dari pemerintah yang menyebutkan sudah menyiapkan anggaran (dana hibah) untuk mahasiswa/i yang terkena dampak covid dalam bentuk bantuan untuk mahasiswa/i yang kurang mampu dan terdampak.

Seruan aksi tersebut juga mendapatkan respon dari pihak kampus dan telah menyambut baik Himbauan Gubernur untuk bekerjasama dalam meringankan biaya UKT/SPP, namun kampus juga masih menunggu uluran bantuan anggaran untuk memenuhinya.

Atribut aksi mahasiswa menuntut keringanan biaya UKT

 

Lebih lanjut Rudianto Widodo menambahkan DPRD SUMSEL dan PEMPROV juga telah Sepakat untuk meringankan beban Mahasiswa demi terus berlangsungnya Pendidikan pada Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri di Sumsel.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.