Inderalaya, Sumselupdate.com – Masyarakat Desa Payalingkung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mendadak geger.
Pasalnya, seorang tukang ojek bernama Abdul Rozak (50), warga Dusun IV, RT 08, Pulau Raman, Tanjung Raja Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, tiba-tiba meninggal di gerbang PT Viesta Desa Payalingkung, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (2/6/2020), sekitar pukul 07.00 WIB.
Jasad korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan oleh masyarakat setempat. Tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban.
Tak pelak, meninggalnya tukang ojek ini membuat seisi desa geger. Mereka takut jika mayat yang tergelak di samping sepeda motornya itu, meninggal akibat terinfeksi virus Corona.
Jasad Abdul Rozak sendiri sudah dievakuasi mengunakan protokol kesehatan Covid-19 oleh Tim medis Posko Induk bersama bersama Posko Cinta Manis gabungan medis, Polri, TNI.
Usai dievakuasi jenazah korban dirujuk ke RS Tanjung Senai, Inderalaya guna memastikan penyebab kematiannya.
Saksi mata di lokasi kejadian bernama Sairin (47), karyawan PTPN Cinta Manis dan Ernawati (26), warga Dusun I, Desa Payalingkung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir menuturkan korban pagi tadi mengangkut penumpang dari Tanjung Raja.
Saat dalam perjalanan kendaraan roda dua korban macet karena kehabisan BBM. Kemudian korban mendorong sepeda motornya ke lokasi kejadian tepatnya di Desa Payalingkung tepatnya depan pintu gerbang PT Vista untuk membeli minyak.
Setelah mengisi minyak, korban mengengkol sepeda motor berulang kali, namun sebelum kendaraan roda duanya hidup, korban mendadak jatuh pingsan dan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan dari keluarganya, korban malam sebelum kejadian sudah mengeluh masuk angin dan tidak enak badan.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir, Wahyudi saat dihubungi Sumselupdate.com mengaku, pihaknya masih menurunkan petugas Gugus Tugas ke lokasi kejadian.
Pastinya, kata Wahyudi, selama ini pihaknya sudah melakukan prosedur pemakaman sesuai standar Covid-19 meski hasil swab test di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.
Pemakaman standar Covid-19 ini, menurut Wahyudi, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan jika jenazah itu nanti hasil swab testnya positif.
Namun tambah Wahyudi, jenazah itu hasil swab test positif maka akan dilakukan tracking kontak dengan keluarga maupun orang sekitar pasien. (hen)











