Tren Detoks Digital Meningkat, Anak Muda Portugal Mulai Tinggalkan Media Sosial

Writer: - Senin, 15 Desember 2025
Masyarakat mengunjungi Pameran Buku Lisbon 2020 di Lisbon, Portugal, pada 27 Agustus 2020. (Xinhua/Pedro Fiuza)

Lisbon, Sumselupdate.com – Kalangan anak muda di Portugal tercatat semakin mengurangi penggunaan media sosial (medsos). Fenomena ini mencerminkan pergeseran menuju kebiasaan digital yang lebih sadar dan seimbang, sebagaimana ditunjukkan data terbaru serta hasil kajian sejumlah peneliti.

Data firma riset pasar Portugal, Marktest, menunjukkan proporsi anak muda yang menggunakan media sosial menurun hingga 22 persen dalam dua tahun terakhir. Penurunan juga terjadi pada populasi umum, dengan rata-rata durasi penggunaan harian media sosial berkurang 13 persen dalam setahun terakhir.

Read More

Sementara itu, Institut Statistik Nasional Portugal (INE) mencatat sebanyak 79 persen penduduk Portugal masih menggunakan media sosial. Angka yang dirilis pada Jumat (12/12) tersebut menjadi yang terendah sejak 2017.

Sejumlah peneliti yang dikutip surat kabar Portugal, Expresso, menilai tren ini sejalan dengan perkembangan di berbagai negara lain. Pengguna dinilai mulai mengalami kejenuhan dan meninjau kembali peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Praktik “detoks digital”, seperti membatasi waktu layar atau memutus koneksi dari platform daring untuk sementara, semakin banyak diterapkan.

Para pakar menyebutkan, penurunan penggunaan di kalangan anak muda mencerminkan upaya sadar untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Patricia Dias, asisten profesor di Fakultas Humaniora Universitas Katolik Portugal (UCP), mengatakan pengurangan penggunaan media sosial umumnya merupakan keputusan yang disengaja dan berkelanjutan, bukan reaksi jangka pendek.

Berdasarkan penelitiannya tentang pemutusan koneksi digital di kalangan remaja Portugal, Dias menjelaskan bahwa banyak remaja memilih mengurangi penggunaan media sosial karena merasa manfaatnya tidak lagi sebanding dengan waktu yang dihabiskan serta tekanan psikologis yang ditimbulkan.

Ia mengungkapkan, pengguna usia muda kerap melaporkan munculnya kecemasan, kebiasaan mengecek secara kompulsif, hingga tekanan sosial, terutama rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO). Kondisi tersebut mendorong mereka menetapkan batasan aktivitas daring, mengurangi penggunaan, bahkan memutus koneksi sementara.

Dias menegaskan bahwa perilaku ini mencerminkan proses regulasi diri. Menurutnya, generasi muda semakin menyadari pentingnya melindungi perhatian dan kesejahteraan mental, serta membangun pola interaksi daring yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Meski mengalami penurunan, media sosial dinilai masih memiliki peran penting di tengah masyarakat Portugal. Para analis menekankan bahwa tren ini tidak menandakan ditinggalkannya platform media sosial, melainkan pergeseran menuju penggunaan yang lebih selektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts