Palembang, Sumselupdate.com – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru di era digital, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Produk Digital dan Teknik Pemasarannya bagi guru SD Islam Ma’had Darussalam Palembang, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mendapat dukungan pendanaan dari Universitas Sriwijaya. PKM tersebut menjadi wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan.
Pelatihan yang digelar di SD Islam Ma’had Darussalam Palembang ini diikuti 20 guru dari berbagai mata pelajaran dengan penuh antusias. Tim pengabdian terdiri atas lima dosen dan empat mahasiswa yang berfokus memberikan pemahaman serta keterampilan praktis kepada guru dalam mengembangkan produk digital dan strategi pemasarannya di era digital.
Perwakilan sekolah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini, di mana penguasaan teknologi dan pemasaran digital menjadi kemampuan penting.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru tidak hanya mampu mengajar secara inovatif menggunakan media digital, tetapi juga dapat menciptakan produk kreatif yang bernilai dan berpotensi untuk dipasarkan,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi para guru sebagai ujung tombak pendidikan.
“Guru adalah agen perubahan. Dengan keterampilan digital dan pemahaman pemasaran yang baik, mereka dapat menciptakan pembelajaran yang menarik sekaligus mengembangkan produk edukatif bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Yulia Hamdaini Putri, S.E., M.Si, yang memaparkan konsep dasar pembuatan produk digital serta strategi pemasaran melalui media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya. Ia juga memperkenalkan berbagai jenis produk digital yang dapat dikembangkan di sekolah, seperti e-book, lembar kerja interaktif, video pembelajaran, hingga modul digital berbasis multimedia.
Selanjutnya, Tika Rahma Yani Siregar, S.E., M.M menjelaskan cara membuat lembar kerja interaktif menggunakan platform Canva. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan desain visual untuk menarik minat siswa dalam proses belajar.
“Guru harus mampu menggabungkan warna, gambar, dan teks agar pembelajaran terasa hidup dan tidak monoton,” ujar Tika.
Pada sesi praktik, para guru tampak antusias mencoba berbagai fitur Canva dan menghasilkan beragam desain lembar kerja edukatif yang menarik.
Sementara itu, Alditya Aris Rinandy, S.E., M.M, memaparkan cara monetisasi produk digital. Ia menjelaskan berbagai model pendapatan, mulai dari penjualan langsung, sistem berlangganan, iklan digital, hingga kerja sama dengan pihak ketiga.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Menurut Dr. Yulia Hamdaini Putri, kegiatan PKM ini menjadi sarana bagi universitas untuk memastikan inovasi kampus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang kami kembangkan di kampus dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pendidik. Dengan kemampuan digital yang semakin meningkat, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efisien,” jelasnya.
Selain dosen, mahasiswa juga berperan aktif dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan guru, memahami kebutuhan lapangan, serta mengasah kemampuan komunikasi dan pendampingan.
Setelah sesi pelatihan selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mereka. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama antara tim pengabdian, peserta, dan pihak sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM Pembuatan Produk Digital dan Teknik Pemasarannya bagi guru SD Islam Ma’had Darussalam Palembang berjalan sukses dan lancar. Diharapkan, hasil pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan dasar.
Tim pengabdian berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas guru melalui kegiatan serupa guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing di era digital.
(**)











