Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Baru selesai melaksanakan tahlilan ayahnya yang tiga hari meninggal dunia, Riko Sanani (35), warga Jalan Ki Rangga Wirasantika, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, justru tewas ditikam usai duel maut dengan seterunya, Minggu (23/5/2021) malam.
Informasi tewasnya Riko baru didengar Yanto (38) yang merupakan sepupu korban pasca-melaksanakan tahlilan di kediaman korban.
“Pas habis tahlilan dia (Riko –red) keluar masuk rumah pulang dengan ekpresi raut wajah marah. Tidak lama mendengar kabar jika korban tewas sudah di rumah sakit,” ujar Yanto saat ditemui Sumselupdate.com di kediaman korban.
Yanto mengatakan jika korban mengalami luka tusuk senjata tajam jenis pisau di bagian dada.
Mengetahui peristiwa dialami sepupunya itu, Yanto langsung membuat laporan ke petugas Polsek Ilir Barat (IB) II Palembang.
Usai mendapat laporan, petugas kepolisian langsung bergerak cepat mendatangi rumah korban. Diketahui dari warga sekitar bahwasannya korban duel dengan seorang pria yang diketahui berinisial AP.
Polisi pun langsung mendatangi rumah keluarga pelaku yang dua-duanya tinggal tak jauh dari kediaman korban.
Di rumah pertama keluarga pelaku mengatakan telah lama tidak melihat keberadaan AP.
“Kami dak tau dio di mano Pak. Memang pas baru pindah main ke sini cuma dak kami agok in (diacuhkan –red) Pak,” jelasnya.
Sedangkan di rumah yang kedua di Lorong Setia Budi, Jalan Ki Rangga Wira Santika, Kelurahan 30 Ilir Kecamatan IB II Palembang, beberapa warga setempat mengatakan jika korban Riko mendatangi rumah pelaku.
Polisi langsung menggedor rumah pelaku dan salah satu keluarga dari pelaku keluar dan mengatakan hal yang sama bahwa pelaku tidak ada di rumahnya.
“Kejadiannya di depan rumah korban, korban mendatangi rumah pelaku. Kita dengar sih sempat duel, saya memisahkannya. Dan sebagian warga menolong korban ke rumah sakit akibat darahnya yang keluar berceceran di jalan,” kata saksi mata di lokasi kejadian bernama Herman.
Dari pantuan Sumselupdate.com hingga Senin (24/5) pukul 01.00 WIB dinihari, darah korban masih terlihat di sepanjang Lorong Setia Budi.
Hingga kini petugas Polsek Ilir Barat (IB) II Palembang masih memburu pelaku guna mengungkap motif pembunuhan ini. (**)











