Tindak Tegas Oknum yang Lecehkan Wartawan

Puluhan insan pers Musi Rawas (Mura), Lubuklinggau, dan Muratara yang tergabung dalam aliansi Himpunan Jurnalis Daerah (HJD), menggelar aksi demonstrasi

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Puluhan insan pers Musi Rawas (Mura), Lubuklinggau, dan Muratara yang tergabung dalam aliansi Himpunan Jurnalis Daerah (HJD), menggelar aksi demonstrasi, terkait pengancaman yang dilakukan oleh oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura kepada salah satu jurnalis beberapa waktu lalu, Senin (1/8).

Aksi damai yang di gelar di halaman Pemkab Mura kemarin dimulai sekitar pukul 09.00, berbagai karton dan baliho mereka bawa yang bertuliskan kecaman-kecaman terhadap pelaku kekerasan terhadap insan pers.

Selain itu, massa aksi juga sempat mengumpulkan ID Card (kartu Pengenal) dan meletakkanya di depan kantor Pemkab Mura sebagai pertanda bahwa kebebasan pers di Kabupaten Mura telah dicoreng oleh oknum tersebut.

Koordinator Aksi Massa Taufik Gonda menyampaikan aksi massa yang mereka lakukan lantaran pada hari Rabu (27/7) lalu, kepala bidang bina manfaat pada dinas pekerjaan umum pengairan kabupaten Mura, atas nama JP Simanjuntak mengajak dua orang berpakaian preman, mengancam dan berupaya menusuk salah seorang wartawan dengan senjata tajam, karena tidak terima dinasnya di beritakan salah satu media.

“Tindakan tersebut, tidak semestinya dilakukan oleh seorang pejabat, dan perlu diketahui juga kalau tidak ada nama oknum tersebut dalam pemberitaan, harusnya oknum tersebut bila merasa kesal harus melalui cara-cara yang telah diatur oleh undang-undang,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya mengecam dan mengutuk keras reaksi berlebihan oknum di Dinas PU pengairan, yang melakukan pengancaman dengan menggunakan cara -cara preman dan hal tersebut membuktikan kalau yang bersangkutan tidak sedikitpun mencerminkan sikap seorang pejabat.

“Kita menuntut dan mendesak pemkab Mura untuk mencopot oknum pejabat tersebut, serta menonaktifkan yang bersangkutan dalam semua jabatannya, dan juga menuntut pemkab Mura untuk selalu berkoordinasi dan mendorong proses hukum yang saat ini sedang berjalan secara transparan dan adil,” kata dia.

Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi saat menemui sejumlah awak media menyampaikan masalah demonstrasi merupakan hak masyarakat, silahkan menyampaikan aspirasi pihaknya akan mengawal selama proses itu berjalan damai.

“Terkait masalah persoalan yang dilaporkan kepada saya, saya selalu mengedepankan fakta hukum, tetap profesionalitas, dan apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi, saya jamin tidak ada yang mampu interpensi saya,” jelasnya.

Sementara Sekda Kabupaten Mura Isbandi Arsyad mengatakan dirinya akan mempelajari masalah adanya laporan tersebut, karena kata dia pihaknya baru menerima adanya laporan sepihak dari korban saja, sementara dari laporan yang terlapor belum menerimanya.

“Kita akan pelajari laporan ini, saran ini akan kita sampaikan pada bapak Bupati, apalagi masalah ini kita baru mendengar dari satu pihak saja, sementara dari pejabat yang dimaksud kita belum menerima laporannya,” ungkapnya.

Hanya saja nanti apabila nanti laporan sudah di terima, pihaknya akan bertindak sesuai prosedur, karena yang terlapor merupakan seorang birokrat, maka pihaknya melakukan tindakan sebagaimana mestinya.

“Tapi kita yakin bila memang yang bersangkutan bersalah akan kita akan berikan sanksi tegas, tapi lihat dulu permasalahannya nanti, yang jelas kita bergerak sesuai prosedur, sehingga kedepan tidak ada pihak-pihak yang di rugikan,” singkatnya. (ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.