Palembang, Sumselupdate.com – Ajaran Komunis di Sumatera Selatan (sumsel) sudah mati. Namun, perlu diwaspadai adanya paham atau ajaran komunis model baru yang sewaktu-waktu bisa saja mengancam NKRI.
Richard Chahyadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumsel mengatakan, anak-anak sekarang sudah berbeda dengan dahulu, jangankan nama pahlawan, nama 34 provinsi di Indonesia saja mereka sudah tidak tahu.
Lebih lanjut ia menyampaikan, penanaman nilai-nilai Pancasila harus dimulai lagi dari sekarang. Hal itu dimaksud untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme tersebut.
“Kita tanam kan lagi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan seperti yang dilakukan Menteri Pertahanan dengan bela negara, Mendagri melakukan sosialisasi UU Keormasan untuk mempertegas aliran seperti komunis sudah tidak berlaku lagi. Mendagri melalui Kesbangpol menggalakkan sosialisasi 4 pilar kebangsaan,” jelasnya, Jumat (29/9/2017).
Ia menambahkan, kepada anak-anak yang tidak mengetahui sejarah dan bahaya PKI, maka Kesbangpol bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, TNI, Polri akan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Karena hilangnya sejarah dalam hal pemutaran film G30S PKI sejak tahun 1998 sampai sekarang. Sudah 19 tahun tidak beredar jadi wajar kalau anak-anak SMA yang usianya 16-17 tahun tidak mengetahui sejarah G30S PKI. Karena itu bersama unsur Forkompinda dan FKUB masuk kesekolah-sekolah untuk sosialisasi,” ungkapnya.
Richard menyampaikan, untuk Provinsi Sumsel akan melihat situasi dan kondisi apakah akan mengadakan Nonton Bareng film G30S PKI, karena sudah dilakukan oleh daerah kabupaten/kota masing-masing.
“Untuk memperingati hari Kasaktian Pancasila dan UUD 1945 serta ikrar bangsa, ada surat dari Menteri Sekretaris Negara wajib bagi instansi negara untuk memasang bendera setengah tiang, sementara untuk upacara akan dilakukan pada 2 Oktober karena pada 1 Oktober jatuh pada hari Minggu,” katanya.
Ia kembali menegaskan untuk di Sumsel tidak ada daerah rawan ajaran komunis hanya saja penanaman nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak harus lebih ditekankan. (adi)











