Ternyata Ada Anggota Dewan OKU Yang Ikut Demo Ahok Kemarin

Senin, 7 November 2016
Ini foto dua legislator praksi PAN saat ikut aksi demo Aho di Jakarta lalu

Baturaja, Sumselupdate.com – Aksi 4 November lalu di kota Jakarta terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Djahya Purnama (Ahok), menuai banyak cerita.

Perwakilan OKU sendiri ternyata ada dua legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Komering Ulu (OKU), yakni Ledi Patra dan Mirza Gumay asal Partai Amanat Nasional.

Teryata keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang lebih memilih blusukan ke bandara Soekarno Hatta (Soetta) di saat ratusan ribu massa melakukan demo pada Jumat 4 November lalu, dinilai kurang tepat dan tidak menggambarkan seorang pemimpin bijak.

“Langkah beliau (Presiden-red) tidak sesuai dan tidak bijak,” cetus anggota komisi I DPRD OKU tersebut, Senin (7/11/2016).

Advertisements

Ledi lantas membandingkan sosok Jokowi tatkala dirinya menjabat sebagai walikota Solo maupun Gubernur DKI beberapa waktu lalu. Di mana kala itu, Jokowi rajin blusukan bahkan hingga masuk ke kampung – kampung.

Namun, menurut dia, sangat disayangkan ketika ratusan ribu bahkan jutaan massa yang datang hendak menemuinya dari berbagai penjuru negeri, justru ia (Jokowi-red) malah menghindar.

“Dulu waktu gubernur rajin blusukan/ datangi warga. Nah sekarang ratusan ribu bahkan jutaan massa datang, tapi dia menghindar. Mestinya sebagai seorang pemimpin, beliau mesti menghadapi. Apalagi Jokowi sendiri kan sudah tahu dari lama akan adanya demo tersebut,” katanya.

Seharusnya lagi, lanjut Ledi, Presiden mestinya menyambut kedatangan massa kala itu. Karena yang datang itu adalah para habib, ustadz, syeikh, dll yang dirasa tidak mungkin akan ngerusuhin dia.

“Karena demo yang dilakukan itukan sesuai tema, yakni aksi damai menuntut proses hukum terhadap gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” imbuhnya.

Ledi sendiri bersama seorang rekannya di fraksi PAN gabungan yakni Mirza Gumay, diketahui turut serta ikut dalam barisan ratusan ribu massa saat aksi damai 4 November lalu.

“Kita ke sana bukan sebagai anggota dewan, tapi sebagai masyarakat yang tersentuh hatinya saat agamanya dihina,” jelas dia.

Dimungkinkan, berdasarkan pantauan Ledi, seluruh perwakilan massa dari berbagai daerah/ Propinsi di Indonesia ada di sana. Ia bersama Mirza mengaku ikut kumpul di Masjid Istiqlal ba’da Jumat, lalu ikut rombongan berduyun menuju Istana Negara.

Lalu di mana mereka waktu terjadi kerusuhan? Dipaparkan Ledi, bahwa kerusuhan terjadi selepas Isya. Dan waktu, mereka sudah berada di hotel.

“Waktu rusuh sudah Isya, dan kami sudah pulang. Karena bukan itu yang diharapkan. Yakni sesuai tuntutan pendemo, agar aparat kepolisian (Polri) memproses Ahok atas kasus dugaan penistaan agama,” ungkap Ledi. (Yan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.