Terkesan Memaksa Gunakan Listrik Prabayar, PLN Pagaralam Koreksi Edaran

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam,Sumselupdate.com – Terkesan memaksa warga untuk berpindah dari kwh listrik meter paskabayar ke listrik meter prabayar, PLN ULP Pagararalam bergegas menganti edarannya.

Terlebih lagi, setelah Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafei, ikut angkat bicara. Dikatakannya, jika warga selaku konsumen listrik berhak untuk memilih sistem pembayaran listrik yakni prabayar ataukah paskabayar, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.

“Sistem pembayaran prabayar dan pasca bayar memiliki keunggulan masing-masing. Keduanya masih bisa diteruskan. Namun, PLN juga tidak boleh memaksa konsumen harus menggunaan sistem prabayar, karena hal itu melanggar hak konsumen,” kata Sanderson Syafei.

Terkait edaran mengganti semua kWh meter listrik Paskabayar ke Prabayar pada PLN ULP Pagaralam, Sanderson, menyebut terkesan ada pemaksaan.

“Hal tersebut  mengandung unsur pemaksaan. Bahkan menghilangkan hak konsumen untuk memilih cara pembayaran penggunaan listrik yang diinginkan. Sebetulnya itu tidak ada dasar hukumnya. Itu hanya peraturan yang diberlakukan oleh PLN-ya, hak konsumen kemana,” paparnya.

Ada beberapa kelebihan dari sistem prabayar. Dari sisi konsumen, mereka terbebas dari biaya abodemen.

“Jadi, kalau konsumen memiliki rumah yang kebetulan tidak ditempati, mereka tidak perlu bayar listrik,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, konsumen juga mendapat kesempatan untuk ’mencicil’ pembelian listrik, sesuai kebutuhan. Adapun kekurangannya, mengenai ketersediaan token listrik, terutama untuk konsumen yang berada di daerah terpencil.

Bagi PLN, kata Sanderson, keberadaan listrik prabayar ini membuat PLN tidak perlu melakukan catat  ke konsumen setiap bulannya dan tidak perlu melakukan penagihan atas tunggakan.

“PLN malah mendapatkan pendapatan di muka,” ujarnya.

Menurut Sanderson, idealnya tarif prabayar ini harus lebih murah dari pasca bayar tentunya dapat menjadi alasan konsumen beralih.

Lanjut Sanderson, jika dilihat peraturan tanpa dasar menunjukkan ketidakadilan bagi seluruh pelanggan listrik. Pasalnya masih banyak pelanggan listrik yang lama masih menggunakan metode pasca bayar dan tidak ada masalah, kalaupun menunggak mereka juga dikenakan denda.

“Keadilannya di mana kalau semua harus pakai prabayar. Mungkin seharusnya tegas sekalian semuanya menggunakan prabayar,” pungkasnya.

Terpisah Manager PLN UP3 Lahat, Triyono melalui Manager ULP Pagaralam saat diminta tanggapannya melalui pesan singkat WhatApp (WA) terkait edaran ULP Pagaralam, memastikan jika tidak semua pelangan harus menganti meter listrik paskabayar ke prabayar.

“Selamat siang, mohon maaf pak, tidak semua pelanggan. Oke, terima kasih koreksinya, kami ralat lagi kalimatnya pak,” jelas Isai Bene Patris. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.