Terabaikan, Air Terjun Curup Buluh Begini Nasibnya Kini…

Sabtu, 26 Januari 2019
Pesona Air Terjun Curup Buluh

Lahat, Sumselupdate.com – Air Terjun Buluh atau biasa disebut Cughup Buluh yang berada di Desa Lubuk Selo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, saat ini makin sepi pengunjung.

Kian ditinggalkannya Air Terjun Buluh lantaran sarana transportasi darat seperti jembatan tempat foto selfie warga, sepanjang 15 meter hancur diterjang banjir pada Sabtu (19/1/2019) lalu.

Read More

Budi (44), warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Terjun Buluh mengaku, banjir akibat meluapnya Sungai Selangis yang berada  di Desa Lubuk Selo, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat.

Menurut Budi, musibah banjir tersebut membuat jalan menuju obyek wisata Air Terjun Buluh semakin rusak, sehingga jumlah pengunjung semakin sepi.

Kian turunnya jumlah pengunju Air Terjun Buluh diakui juga Ketua Pokdarwis, Yaumal (44). Menurut dia, banjir dua tahunan ini meluap dari hulu sungai yang banyak sampah terbawa sehingga menghancurkan jembatan tersebut.

Dikatakannya, debit air yang naik setinggi 200 sentimeter pernah terjadi lebih parah pada 8 Februari 2016 lalu yang menghancurkan lima pondok jualan, dua bangku bambu dan dua jembatan bambu, hasil  gotong royong mereka buat dengan biaya seadanya yang saat itu menghabiskan sekitar Rp2 juta.

Menurut Yaumal, mereka cuma mengandalkan gotong royong dari 20 orang anggota Pokdarwis. Uang mereka dapat dari parkir dan uang masuk obyek wisata Air Terjun Buluh yang hanya berkisar Rp10.000 dan Rp5.000 per orang.

Selain sebagai penjaga obyek wisata yang memiliki potensi besar itu, mereka juga menjadi tukang ojek yang mengantar tamu atau berjualan makan dan minum.

“Kadang-kadang saja kita dapat tamu banyak, saat ini sudah mulai sepi. Kita sudah pernah mengajak bicara kepala desa untuk pembangunan sarana prasana air terjun tapi belum ada respon,” ungkap Yaumal.

Dikatakannya, potensi Air Terjun Buluh sangat besar, buktinya pada 2015 hingga 2017 selalu meningkat.

Namun akibat ruas jalan sepanjang enam kilometer yang masih berbatuan dan kini mengalami kerusakan parah, mulai 2018 sampai sekarang, jumlah pengunjung terus menurun.

Begini kondisi jalan menuju lokasi Curup Buluh, Lahat.

 

Berangkat dari persoalan itu, dia mengharapkan ada solusi untuk perbaikan jalan dan prasana pendukung Air Terjun Buluh, baik melalui dana desa atau Pemerintah Kabupaten Lahat.

“Bisa lihat sendiri, jalan menuju ke sana kita bersihkan sendiri gotong-royong setiap Minggu, padahal jalan umum,” paparnya.

“Kami berharap perhatian semua pihak yang bisa membantu potensi Cughup Buluh ini, sebab jika dikelolah secara serius bisa menjadi pendapatan dan menunjang perekonomian desa,” harapnya. (sofi)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts