Temukan Ribuan Ton Beras Busuk di Gudang Trukis Rahayu, Dewan OKU Sebut Bulog Berbuat Zolim..

Senin, 4 Februari 2019
Sidak anggota DPRD OKU di Gudang Trukis Rahayu, OKU Timur.

Baturaja, Sumselupdate.com – Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendatangi Gudang Trukis Rahayu milik Bulog Sub Divre OKU di Kabupaten OKU Timur, Senin (4/2/2019) terkait informasi ditemukannya 6.000 ton beras milik Bulog yang tertimbun membusuk di dalam gudang.

Dari hasil sidak tersebut para anggota DPRD OKU yang diketui Ketua komisi III Yopi Syahrudin menemukan tumpukan karung beras yang sudah membusuk.

Read More

“Masya Allah zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU Raya ini. Sedangkan Bulog membiarkan beras membusuk di gudang, zolim ini,” kata Yopi seraya memegang beras busuk, kutuan serta sudah menjadi bubuk tersebut.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku prihatin, marah dan kesal dengan temuan beras yang bukan lagi turun mutu, tapi rusak berat tersebut. “Belum lagi anggaran yang disia-siakan oleh pihak Bulog dengan tertimbunnya beras ini,” ucap Yopi.

Kedepan, Yopi akan segera memanggil pihak Bulog untuk dimintai pertanggungjawaban. “Kita mau cari tahu apa penyebabnya beras tertimbun sebanyak ini. Bulog harus bertanggung jawab. Kenapa beras 2015 membusuk seperti ini, kita ingin tahu bagaimana proses pengadaannya, kenapa bisa seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu Muksin, Staf Gudang Bulog Terukis Rahayu saat diwawancarai awak media mengatakan, di Gudang Terukis Rahayu ada 3.000 ton beras tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018.

Beras ini sendiri waktu pembeliannya dengan mitra bulog FH dan BR seharga seharga Rp8.000. “Lebih jelasnya silakan tanya dengan Kepala Bulog saja, saya hanya bertugas menjaga gudang,” katanya.

Mukhsin membenarkan adanya 6.000 ton beras busuk, yang terletak di beberapa gudang milik Bulog. “Untuk di sini hanya 3.000 ton, sisanya ada di Gudang Belitang dan gudang lainnya,” katanya.

Pantauan di Gudang OKU Timur, bukan hanya 3.000 ton beras saja tertimbun membusuk, anggota DPRD OKU juga menemukan 200 ton gula pasir yang sudah kadaluarsa. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts