Palembang, Sumselupdate.com – Setelah resmi dilantik, Ketua DPRD Sumsel sementara RA Anita Noeringhati langsung menemui ribuan mahasiswa yang telah menunggu sejak siang di depan gedung dewan, Selasa (24/9/2019).
Mahasiswa langsung menyampaikan lima poin tuntutan, diantaranya menolak RUU KPK, menolak RUKHP yang dinilai mengkebiri hukum di Indonesia serta meminta mengadili koruptor seberat-beratnya.
Massa juga meminta DPRD bertanggung jawab atas korban akibat insiden kericuhan antara massa mahasiswa dengan aparat kepolisian.
Menanggapi tuntutan massa, Anita Noeringhati berjanji akan mengawal tuntutan masa ke DPR RI selaku pembuat undang-undang.
“Saya baru saja dilantik dan ditunjuk sebagai pimpinan sementara. Terima kasih kepada anak-anak yang telah menyampaikan aspirasi. Kami akan kawal tuntutan ini dan akan disampaikan ke DPR RI,” ujar Anita dihadapan ribuan mahasiswa.
Anita mengatakan, dari Sumsel ada 17 perwakilan yang duduk sebagai angggota DPR RI. Nantinya poin tuntutan ini juga akan disampaikan pada wakil rakyat yang duduk di DPR RI.
“Insya Allah akan kami sampaikan tuntutan ini kepada DPR RI,” jelasnya.
Terkait, tuntutan massa yang meminta bertanggung jawab terhadap korban atas insiden kericuhan, Anita menyatakan akan bertanggung jawab. “Tentunya kami turut berdukacita, DPRD akan minta pemprov bertanggung jawab,” tandasnya. (tra)











