Sekayu, Sumselupdate.com – Dor…dor…dor…. suara letupan senapan laras panjang dari Satuan Brimob menghalau ratusan pendemo dari salah satu pasangan calon yang tidak menerima keputusan yang dikeluarkan KPUD Musi Banyuasin.
Puluhan anggota dari Ssatuan Brimob Polda Sumsel di back up Polres Muba dengan dilengkapi senjata laras panjang, dapat menghalau laju langkah para pendemo, ratusan pendemo pun langsung mundur.
Meski suasana cuaca mendung, namun situasi di Kantor KPUD Kabupaten Muba sempat mencekam, pendemo juga sempat membakar ban.
Begitulah situasi dalam simulasi aksi unjuk rasa pelatihan pra Ops Mantap Praja 2017, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muba 2017 yang digelar di depan Gedung KPUD Musi Banyuasin, Kamis (27/10/2016).
Dari Pantauan simulasi yang digelar, mulai dari pencobolosan surat suara hingga berakhir bentrok massa di depan KPUD Muba tepatnya di Jalan Merdeka, Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu. Dari simulasi itu, tampak massa yang diasumsikan sebagai awal kerusuhan berkumpul dan mendengarkan orasi di depan KPUD Muba untuk selanjutnya diajak bernegosiasi.
Karena tidak mendapat kata sepakat, massa yang berkumpul di bundaran stier Sekayu bergerak menuju Kantor KPUD Muba, sementara petugas dari Satuan Shabara Polres Muba serta bantuan personel Polda sebanyak 615 personil telah sigap dan siaga menghadang dan merapatkan barisan untuk menghalau massa.
Namun, saat tim negosiator dari personel Polres Muba berusaha meredam emosi massa melalui pengeras suara dari mobil komando. Situasi yang menegangkan tersebut akhirnya berujung ricuh. Massa mulai berbuat rusuh dengan melempari aparat. Bentrok pun tidak terhindarkan.
Hingga akhirnya massa disemprot air dari kendaraan water canon dan personel penumpas huru hara Polres berhasil memukul mundur para demonstran. Puluhan anggota Brimob dan Sabhara berhasil meredam kemarahan dari masa salah satu paslon yang melakukan aksi unjuk rasa dan pembakaran ban untuk memprotes hasil penghitungan suara.
“Hari ini kita telah melakukan simulasi pelatihan pra Ops Mantap Praja 2017, untuk menghadapi Pilkada Muba nanti. Simulasi yang dilakukan hari ini untuk menekan massa, seandainya terjadi unjuk rasa akibat perhitungan suara dan lainnya,” kata Kapolres Muba AKBP M Ridwan SIk ketika dibincangi awak media.
Lebih lanjut, mantan Kapolres Banyuasin ini menjelaskan, pengamanan Pilkada ini Polres Muba dibantu Polda Sumsel akan menerjunkan sebanyak 615 personel, terdiri dari 65 Brimob, BKO Polda Sumsel 165 personel dan gabungan personel Polres Muba sebanyak 338 personel.
“Kami berharap tidak ada kejadian serupa dalam pilkada nanti, mudah-mudahan Pilkada Muba berjalan aman dan dan,” kata Ridwan. (est)











