‘Teman Ahok’ Ajak Pemilih Menjadi Warga Yang Baik

Senin, 3 Oktober 2016
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menghadiri launching website Teman Ahok Sabtu (1/10/2016) lalu.

Jakarta, Sumselupdate.com – Tak hanya bertujuan untuk mendapatkan dukungan politis kepada calon yang didukungnya, kelompok rewalah pendukung Basuki Tjahaja Purnama, “Teman Ahok” ingin mengajak pemilih untuk menjadi warga yang baik.

Hal itu diungkapkan langsung oleh penggagas Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas pada peluncuran website Teman Ahok serta koleksi merchandise baru pada Sabtu (1/10/2017) lalu, sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com.

Amalia menyampaikan bahwa mereka akan membangun solidaritas relawan yang lebih besar dari sebelumnya. Jika sebelumnya mereka membutuhkan KTP untuk bisa mengusung Ahok, kini mereka membutuhkan setidaknya 13.000 relawan untuk menjaga seluruh TPS di Jakarta.

Teman Ahok tetap akan mengandalkan pemilih muda untuk memenangkan Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI. Gaya kampanye untuk menggaet pemilih muda ini berbeda dari panggung kampanye yang sarat hiburan.

Advertisements

Amalia mengatakan, kampanye akan bertumpu pada fakta dan data, serta ajakan untuk menjadi warga yang baik.

“Kami mau merepresentasikan Pak Ahok, membentuk warga kota yang baik. Mau gimana bagus Jakarta akan sama aja kalau kebanyakan warga berpangku tangan,” kata Amalia, di markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu.

Peran relawan
Politisi Partai Golkar yang menjadi tim pemenangan Ahok-Djarot, Nusron Wahid, mengakui kekuatan Teman Ahok sangat dibutuhkan untuk pemenangan. Ia menyamakan Teman Ahok seperti ‘people action committee‘ di Amerika Serikat.

“Parpol saat ini masih supremasi elite, bukan rakyat. Nah Teman Ahok ini muncul melululantahkan perpolitikan. PDI-P yang angkuh seperti itu, mau enggak mau (sampai) tunduk menerima Ahok,” kata Nusron.

Nusron menyebut Partai Golkar, PDI-P, Nasdem, dan Hanura, sebagai pengusung Ahok-Djarot hanyalah kendaraan politik. Kemenangan pada Pilkada DKI ia nilai akan dikendalikan oleh supremasi rakyat, yang menurutnya dapat digerakkan oleh relawan.

“Relawan menggarap masyarakat, karena tidak semua masyarakat kesentuh oleh mesin parpol,” ujar Nusron.

Pemilih potensial
Adapun Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat, memberi masukan mengenai gaya kampanye modern. Ia menyebut kegiatan bakal calon gubernur yang lari dan gerak jalan bersama warga tidak akan menyampaikan pesan politik apapun terhadap pemilih.

Namun, kampanye sederhana seperti berkendara dengan baik atau tidak membuang sampah sembarangan, dinilai Hasan akan lebih efektif merebut hati pemilih.

“Jangan hanya sekadar koar-koar pilih, dukung, tapi juga ajak untuk berubah jadi warga kota yang baik,” kata Hasan.

Soal data, Hasan juga mengaku memegang data bahwa terdapat hingga 40 persen pemilih yang tidak akan memilih Ahok sampai kapanpun. Di depan para relawan, Hasan pun menyampaikan bahwa jika menang, Ahok hanya akan menang tipis, maksimal 60 persen karena adanya warga yang ia sebut masuk dalam kategori anti-Ahok garis keras.

Pemilih muda, kata Hasan, merupakan pemilih potensial untuk Ahok-Djarot.

“Yang muda bisa digoyang karena enggak punya dendam dengan masa lalu, saya kira mereka masih bisa digoyang dengan peran anak muda. Kalau yang tua sudah kental darahnya,” katanya. (adm3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.