Kerusuhan Pecah di Tulang Bawang

Senin, 3 Oktober 2016
Tenda yang didirikan oleh warga

Lampung, Sumselupdate.com – Kerusuhan kembali pecah di Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Minggu (2/10/2016). Warga menutup jalan dengan cara memalangkan dua truk Fuso di tengah jalan. Polisi pun menembakkan gas air mata.

“Kemarin ada kerusuhan di Lampung. Belum ada yang mendampingi rakyat. Tapi katanya ada Komnas HAM on the way ke lokasi,” sebut Wakil Bupati Tulangbawang Heri Wardoyo sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com, Senin (3/10/2016) dinihari.

Kerusuhan itu merupakan buntut dari amuk massa pada Sabtu (1/10/2016), yang membuat belasan sepeda motor rusak dan terbakar di areal perkebunan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL).

“Brimob membubarkan rakyat korban BNIL dan tenda-tendanya. Massa kemudian memblokir jalan raya. Polisi mengeluarkan tembakan,” kata  dia.

Advertisements

Menurut Heri, selain  dari kepolisian, pembubaran itu dibantu oleh 10 truk anggota TNI.

“Sejak 3 minggu lalu mereka (warga-red) mendirikan kemah di sana. Komnas HAM sudah 2 kali berkunjung. Tim dari Mabes Polri. Kapolda sudah 4 kali turun, hari ini yang keempat,” ucapnya.

Dia menyayangkan perisitwa tersebut, karena sudah ada rencana pembentukan satgas BNIL.

“Percuma ide pembentukan Satgas BNIL oleh Polda.  Pemkab harus segera mengeluarkan rekomendasi penyelesaian ditujukan ke gubernur dan forkopimda provinsi dan kabupaten,” sebutnya.

Sebelumnya, seperti dikutip dari Antara, aksi amuk massa terjadi mulai Sabtu pagi, ribuan orang mengatasnamakan Himpunan Tani Korban Penggusuran BNIL (HTKPB) merusak pos pengamanan swakarsa PT BNIL.

Kepala Satuan Sabhara Kepolisian Resor (Polres) Tulangbawang, AKP Ladi, menyebutkan, ratusan polisi dikirim ke tempat kejadian perkara untuk mengantisipasi kemungkinan bentrok susulan maupun bentrok fisik antara masyarakat dengan pengamanan swakarsa PT BNIL.

Massa yang tersulut emosi sedikitnya membakar 56 sepeda motor milik pengamanan swakarsa, puluhan tenda, dan satu traktor milik PT BNIL. Setelah itu, mereka membubarkan diri. (adm3)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.