Laporan: Diaz Erlangga
Banyuasin, Sumselupdate.com – Fakta baru terungkap dari kasus pembunuhan sadis disertai perampokan menimpa Karim (50) yang jasadnya ditemukan secara mengenaskan di kediamannya di Dusun 2, Desa Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin pada Kamis (25/5/2023).
Dari informasi yang diterima, Saidah (45) yang merupakan istri dari korban Karim (50) sudah lama tak tinggal serumah.
Di mana Saidah dan Karim kerap kali ribut hingga akhirnya pada Februari lalu, Saidah bersama anaknya memilih menetap di Kota Palembang.
“Sejak bulan dua kami sudah sering ribut,” ucap Saidah.
Bahkan semenjak pisah ranjang itu, Saidah sudah melakukan pengajuan perceraian dengan korban Karim.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Pulau Rimau AKP Safarudin jika antara korban dan Saidah istrinya sudah tiga bulan pisah. “Sudah dalam proses perceraian,” ujarnya.
Sebagaiaman diketahui, setelah menjalani proses visum di RSUD Banyuasin, jasad Karim telah dikebumikan di TPU Blok 7, Desa Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin pada Kamis (25/05/2023) sekitar pukul 20.30 WIB.
Direktur RSUD Banyuasin dr Ari Fauta mengatakan pihaknya telah melakukan visum terhadap korban.
“Dari keterangan dokter terdapat beberapa luka di bagian kepala. Untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan langsung ke polisi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumya, polisi mengungkapkan jika pelaku pembunuhan diduga kuat tamu dari Karim (50) tauke sawit.
Karim diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan di rumahnya di Desa Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin.
Jajaran Satreskrim Polres Banyuasin hingga kini terus penyelidikan atas tewasnya Karim yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan penuh darah terbaring di kamar dengan tangan terikat serta mulut yang tersumpal kaos.
Bahkan di tubuh korban juga ditemukan sejumlah luka hantaman benda tumpul di sejumlah bagian kepala.
Dugaan itu diperkuat dengan penemuan besi panjang yang telah diamankan petugas, diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.
Dari hasil olah TKP, yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Banyuasin dan Polsek Pulau Rimau mengidentifikasi pelaku membawa kabur satu unit mobil Toyota Innova dan dua ponsel milik korban.
“Malam sebelum terbunuh, korban sempat menerima tamu, ada dua cangkir kopi dan bekas puntung rokok,” kata Kapolsek Pulau Rimau AKP Safarudin.
Lebih lanjut AKP Safarudin menjelaskan dari hasil Olah TKP, petugas belum mendapat petunjuk jelas siapa tamu misterius yang menemui korban sebelum insiden berdarah itu. “Nihil Saksi,” ujar AKP Safarudin secara singkat. (**)











