Palembang, Sumselupdate.com -Pemberlakuan tarif Tol Palembang-Inderalaya (Palindra) sebesar Rp20 ribu berimbas pada bus angkutan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dilayani oleh Perum Damri Palembang.
Manajemen Damri mengaku mengalami kerugian akibat kenaikan tarif tol lebih dari 200 persen yang diberlakukan pada tanggal 21 September lalu.
General Manager Perum Damri Palembang, Suranto, mengungkapkan, dampak dari kenaikan tarif tol tidak bisa dihindari. Tarif angkutan mahasiswa sebesar Rp5.000 tidak bisa menutupi biaya operasional sehingga merugikan dari sisi bisnis.
“Ini tentunya sangat berimbas dan berat bagi kami, untuk tarif tol sebesar Rp20 ribu dengan empat rit per hari artinya untuk tarif tol saja kami harus keluarkan Rp80 ribu per hari, sementara hasil tiket penumpang penuh dalam satu kali rit hanya Rp200 ribu. Dengan sisa sebesar Rp120 ribu itu tidak bisa menutupi biaya operasional dan perawatan,” ujar Suranto di Palembang, Jumat (11/10/2018).
Suranto mengatakan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini dengan melakukan penyesuaian tarif. Namun hal ini dianggap tidak mudah karena mempertimbangkan kemampuan dari mahasiswa.
“Untuk tarif sendiri sebelumnya tarif Damri ke Unsri kami tetapkan sebesar Rp8.000 tapi Pak Rektor minta agar diturunkan menjadi Rp5.000 dan kami ikuti. Dengan kondisi seperti sekarang ini, kami berharap ada penyesuaian tarif, paling tidak, bisa kembali ke tarif semula,” jelasnya.
Meski mengaku merugi, pihak Damri menyatakan masih akan terus memberikan pelayanan angkutan mahasiswa Unsri dari Bukit Besar menuju Inderalaya setiap harinya.
Suranto pun mengaku belum berencana untuk mengajak pihak universitas untuk membicarakan rencana penyesuaian tarif dengan alasan masih mencari solusi alternatif terbaik lainnya yang tidak memberatkan kedua belah pihak baik perusahaan angkutan maupun mahasiswa.
“Sekarang ini kami jalani dulu saja karena mahasiswa harus dilayani. Mereka butuh layanan transportasi dan mengejar waktu untuk kuliah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusi terbaik,” pungkasnya. (adi)











